SAMPIT – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan terus melakukan peningkatan penataan Stadion 29 Nopember Sampit untuk mengali pendapatan asli daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Wiyono selaku Kepala Dispora Kotim, saat mendampingi Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau persiapan pelaksanaan turnamen sepak bola HNR Cup I yang akan di buka pada Hari Sabtu depan, Kamis 12 Juni 2025. Ia menjelaskan kedepan stadion akan ditata menjadi satu pintu masuk, termasuk bagi pelaku usaha yang berjualan di sekitar area tersebut, hal itu dilakukan dengan tujuan agar pengelolaan stadion lebih rapi serta tidak semrawut seperti kondisi saat ini.
Penataan dan pembenahan terhadap Stadion 29 Nopember Sampit saat ini dinilai sangat baik dan perlu dilaksanakan karena area tersebut merupakan sarana olahraga unggulan daerah. Maka dari itu penataan stadion harus menjadi fokus utama agar lebih tertib agar memberikan pendapatan daerah melalui retribusi.
“Lapangan stadion akan kita buat satu pintu, baik untuk penonton maupun para pedagang. Tujuannya supaya pengelolaannya nanti stadion bisa rapi dan tidak semrawut seperti sekarang,” kata Wiyono.
Ia mengungkapkan bahwa penggunaan lapangan stadion saat ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup). Adapun tarif retribusi sebesar Rp500 ribu per jam untuk pinjam pakai lapangan, harga tersebut berlaku sama dari pagi hingga sore hari.
“Ada dasar hukumnya, retribusi itu nantinya akan menjadi salah satu potensi PAD) dari sektor olahraga yang dikelola oleh Dispora,” ungkap dia.
Saat disinggung soal lapangan tersebut tidak memiliki fasiltas pencahayaan yang memadai, ia menyampaikan penyebabnya karena pencahayaan listrik untuk berolahraga pada malam hari memang belum ada. Oleh sebab itu hal itu disampaikan kepada Bupati Kotim agar bisa menjadi prioritas kedepannya.
Sementara itu berkaitan dengan perawatan rumput lapangan sepak bola, Dispora masih mengandalkan mesin penyemprot berkapasitas kecil yang kerap mengalami kendala teknis. Guna mengantisipasi hal itu dan dalam kondisi darurat seperti musim kemarau, pihaknya sering meminta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menyiram rumput lapangan.
“Untuk pendanaan pemeliharaannya dari APBD masih kecil, kita membagi yang mana prioritas dulu, kita juga masih bisa meminta bantuan Damkar jika seminggu atau 2 minggu tidak hujan,” imbuhnya. (im)












