TBBR Kalteng Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Anggotanya

IST/BERITASAMPIT - Tim Kuasa bersama keluarga Kepala Tumbang Jala serta perwakilan DPW TBBR Kalteng dan DPD TBBR saat berada di halaman kantor Sat Reskrim Polres .

KASONGAN – Organisasi adat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) angkat suara terkait dugaan penganiayaan terhadap salah satu anggotanya, Pasihan. Mereka mendesak aparat kepolisian agar segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku berinisial E yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Wakil Sekretaris DPW TBBR Kalteng, Wawan Setiawan, menilai lambatnya proses dalam kasus ini bisa menjadi preseden buruk dalam penegakan keadilan.

“Kami menuntut agar pelaku segera ditahan. Jika tidak, ini menunjukkan ada tebang pilih dalam penegakan ,” kata Wawan dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Sabtu, 21 Juni 2025.

Menurut Wawan, sebelumnya sempat ada Informasi Perdamaian  dari Kedua Belah Pihak untuk menyelesaikan masalah  melalui mediasi. Namun, dalam dua hari terakhir, sikap itu disebut berubah. Pelaku dikabarkan tidak lagi bersedia berdamai.

Kami, mencurigai adanya pihak tertentu yang mencoba menghalangi proses penyelesaian damai tersebut. Bahkan, organisasi mengaku telah mengantongi nama oknum yang diduga ikut membentengi pelaku agar tidak lagi bersedia untuk berdamai.

“Jika diperlukan, nama-nama itu akan kami buka secara terang-terangan. Kami curiga ada motif tersembunyi yang bisa memecah belah masyarakat Dayak,” ujar Wawan.

Meski begitu, TBBR tetap membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan. Mereka menyatakan siap menjadi jembatan jika kedua belah pihak bersedia menempuh jalur adat atau mediasi untuk menyelesaikan persoalan. “Sebab, pandangan kami Kasus Ini adalah kasus yang bisa dibawa secara kekeluargaan namun ada diduga oknum yang menjadi pemain belakangnya sehingga permasalahan ini berlarut larut,” ujarnya.

Organisasi masyarakat adat TBBR (Tahaluh Bawi Bangen Ray) DPD menyuarakan seruan tegas agar konflik antara dua warga, P dan E, segera diselesaikan secara damai.

Wawan, perwakilan TBBR, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini demi kepentingan pribadi maupun .

baca juga ...  Leonard Ampung Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Hadapi Ancaman Disintegrasi

Pihaknya membuka ruang selebar-lebarnya untuk upaya perdamaian. Sebab P dan E ini bukan orang jauh mereka satu kampung, satu pekerjaan, bahkan masih memiliki hubungan keluarga. Mereka juga sesama Dayak. Jadi, jangan sampai konflik ini merusak nilai-nilai kekeluargaan dan adat yang dijunjung tinggi.

“Kami ingatkan, jangan coba-coba memecah belah apalagi sesama Dayak, sebagai Dayak Sejati seharusnya kita harus memberikan solusi agar dikemudian hari tidak jadi dendam dendaman,” tutupnya.

(Bitro)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!