PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, menyatakan keprihatinannya atas kejadian kecelakaan yang menimpa driver ojek online, aksi ugal-ugalan di jalan tak bisa dibiarkan terus menerus. Semua pihak diminta ambil peran untuk menghentikan aksi balap liar yang kian meresahkan dan berbahaya.
“Kita mengimbau orang tua, sekolah, hingga kampus untuk aktif memberikan edukasi kepada siswa dan mahasiswa. Bahaya balap liar itu nyata, bukan hanya mencelakakan pelaku, tapi juga bisa merenggut nyawa orang tak bersalah,” ucapnya, Senin 23 Juni 2025.
Jika ada minat dan bakat dalam dunia balap, pemerintah telah menyediakan tempat yang layak dan aman. Bukan dengan menjadikan jalan umum sebagai sirkuit dadakan.
“Jalan raya itu bukan tempat balapan. Kalau mau menyalurkan hobi, ada jalurnya. Tapi kalau di jalan umum, itu sudah membahayakan, bahkan bisa jadi pidana,” tambahnya.
Selain itu juga mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam, agar patroli diperketat, khususnya di lokasi-lokasi sepi yang sering dijadikan ajang balap liar, terutama saat akhir pekan dan malam hari.
“Ini harus disikapi serius. Patroli jangan hanya formalitas, tapi benar-benar menyasar titik rawan. Kita tidak ingin ada korban berikutnya,” ungkapnya. (yud)












