PALANGKA RAYA – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus penipuan digital menyusul beredarnya akun WhatsApp yang mencatut nama Suyuti Syamsul, Plt. Direktur RSUD dr Doris Sylvanus sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Akun WhatsApp dengan nomor +62 815-2222-185 diketahui mengatasnamakan Suyuti Syamsul dan diduga digunakan untuk menyebarkan informasi yang dapat menyesatkan atau berpotensi merugikan masyarakat.
Setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, dipastikan bahwa nomor tersebut bukan milik Suyuti Syamsul.
Menanggapi hal tersebut, Suyuti menegaskan bahwa ia tidak pernah menggunakan nomor tersebut dan tidak pernah mengirimkan pesan melalui akun WhatsApp tersebut.
“Saya tegaskan bahwa nomor itu bukan milik saya. Saya tidak pernah menyampaikan informasi apapun lewat akun tersebut. Mohon masyarakat tidak menanggapi pesan dari nomor itu,” ujar Suyuti dalam keterangannya, Jumat, 4 Juli 2025.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menerima pesan, terutama yang berasal dari nomor tidak dikenal, terlebih jika mengatasnamakan pejabat atau lembaga pemerintah.
“Cek dan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menindaklanjuti pesan. Jika perlu, laporkan ke pihak berwenang apabila menerima pesan mencurigakan,” imbaunya.
Diskominfosantik Kalteng juga mengingatkan bahwa masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum diverifikasi kebenarannya. Upaya verifikasi penting dilakukan guna mencegah penyebaran hoaks dan potensi penipuan siber yang semakin marak.
(Sya'ban)












