Antusias! Warga Sampit Serbu Bubur Asyura, 20 Panci Ludes dalam Sekejap

SATTAR/BERITASAMPIT - Suasana pembagian bubur asyura di Jalan Ir Juanda Sampit.

SAMPIT – Suasana di Jalan Ir Juanda, Kota Sampit, tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten (Kotim) rela mengantre demi semangkuk bubur Asyura yang sarat makna dan cita rasa.

Tradisi tahunan ini seolah menjadi momen yang dinanti-nanti masyarakat. Sebanyak 20 panci besar bubur dimasak oleh kelompok warga sekitar, lalu dibagikan secara gratis kepada siapa saja yang datang. Tak hanya warga sekitar, pengunjung dari luar kelurahan pun ikut memadati lokasi.

Salah satu juru masak bubur asyura, Muhammad Junus menyampaikan filosofi dari bubur asyura ini cukup mendalam karena menggambarkan kehidupan juga teologi Islam.

“Bubur asyura ini menggambarkan seperti zaman Nabi Nuh yang mana saat itu kekurangan makanan, lalu apa yang ada dimasukan dalam panci dimasak semua,” ungkapnya, Minggu 6 Juli 2025.

Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan setiap tahun sebagai tradisi memperingati 10 Muharram, dan umat muslim ada yang berpuasa pada hari itu kemudian berbuka dengan bubur asyura.

“Kami melakukan kegiatan ini setiap tahun untuk menandai tanggal 10 Muharam,” katanya.

Ia menyebutkan pembuatan bubur asyura sebanyak 110 kilogram beras, dibagi dua jam pemasakan sebelum zuhur dan setelah zuhur, nantinya setelah salat ashar akan dibagikan kepada masyarakat.

“Ini dibagikan gratis, sebagai bentuk sedekah, menyantuni anak yatim, ini semua adalah dari masyarakat yang bersedekah menitipkan bahan makanan mereka untuk dimasakkan bubur asyura kepada mereka yang sudah ahli dan berpengalaman setiap tahun membuat bubur asyura,” ungkapnya.

Ia berharap tradisi bubur asyura terus dilestarikan dan tidak dicampur adukkan dengan hal lainnya, selain itu sebagai ajang silaturahmi dan bersedekah pada sesama manusia.

baca juga ...  RSUD dr Murjani Terapkan Sistem Triase, Pasien Kritis Jadi Prioritas

“Saya berharap agar kita sebagai umat Islam agar dapat melestarikan kegiatan yang bersifat positif ini,” pungkasnya.

(Sattar)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!