Gubernur NTB Muhammad Iqbal Sambut Wartawan MPR RI, Tekankan Potensi Pariwisata dan Ketahanan Pangan

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Pimpinan MPR RI dan Kooordinator Wartawan Parlemen.

LOMBOK– Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menyambut hangat kunjungan 100 wartawan parlemen bersama anggota MPR RI dalam acara Media Gathering di Aruna, Senggigi Resort Lombok Barat, Jumat 11 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Iqbal menegaskan komitmennya memaksimalkan potensi daerah untuk mewujudkan visi “NTB Makmur dan Mendunia” dengan fokus pada pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata kelas dunia.

Iqbal, yang memiliki pengalaman 28 tahun di Kementerian Luar Negeri, menyebut kunjungan ini sebagai kehormatan sekaligus kesempatan untuk mempromosikan NTB.

Ia menyinggung hubungan erat NTB dengan Bali dan NTT dalam “Geng Sunda Kecil,” yang saling terkoneksi dalam pariwisata dan logistik.

“Kami ingin teman-teman wartawan melihat keindahan NTB, sekaligus membantu mempromosikan potensi daerah kami,” ujarnya.

Pariwisata Kelas Dunia

Gubernur menjelaskan bahwa NTB sedang fokus mengembangkan pariwisata sepanjang tahun untuk meningkatkan load factor penerbangan, yang saat ini hanya 30-50% di luar musim puncak (Mei–September)

Upaya ini diharapkan menurunkan harga tiket pesawat. Beberapa event besar yang akan digelar antara lain:
Pocarikan (September 2025), kejuaraan paralayang dengan rute 42 km dari Mandalika ke Bangko-Bangko.

MotoGP (Oktober 2025), yang akan kembali menarik perhatian dunia.
Senggigi Jazz Festival (Oktober 2025), selama enam hari dengan peserta .

Fornas VIII (26 Juli–1 Agustus 2025), dihadiri 12.000 pegiat dari 37 provinsi, sebagai bagian terbesar sekaligus promosi budaya lokal.

Iqbal menargetkan kontribusi sektor pariwisata meningkat dari 11,64% menjadi 12,60% pada 2029, sejalan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 9 Tahun 2021 tentang Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Ketahanan Pangan dan Potensi Alam

NTB memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Produksi jagung tahun lalu mencapai 1,2 juta ton dan ditargetkan tembus 1,5 juta ton pada 2025, sementara produksi beras diproyeksikan meningkat dari 1,1 juta ton menjadi 1,3 juta ton.

baca juga ...  Teras Narang Tegaskan Komitmennya Membawa Persoalan Kotim ke Tingkat Pusat

Potensi perikanan laut dalam, seperti cakalang, tuna, dan bluefin tuna, juga menjadi andalan, dengan NTB menyumbang 20% produksi udang vaname .

Pemerintah pusat mendukung NTB dengan optimalisasi lahan dan bantuan irigasi, termasuk pembangunan silo berkapasitas 100.000 ton untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Iqbal juga menyinggung dukungan Presiden Prabowo Subianto, yang mendapat suara di atas 70% di NTB selama tiga pilpres berturut-turut.

Pengentasan Kemiskinan

Meskipun kaya akan potensi, NTB masih masuk dalam 10 provinsi termiskin di Indonesia. Iqbal menargetkan kemiskinan ekstrem turun menjadi 0% dan kemiskinan umum di bawah 10% pada 2029.

Strategi yang ditempuh meliputi pengembangan pariwisata, pertanian, dan agromaritim, serta diversifikasi ekonomi. Pemkab Lombok Timur, misalnya, turut berkontribusi dengan pembenahan tata kelola pariwisata untuk menekan kemiskinan.

Tantangan Banjir di Mataram

Iqbal juga menyinggung banjir terparah di Kota Mataram pada 6 Juli 2025, yang disebabkan pendangkalan sungai, sampah, dan jembatan rendah. Ia langsung terjun ke lokasi, memimpin pembersihan lingkungan, dan berkomitmen membantu pemulihan ekonomi, termasuk industri tahu yang terdampak.

Pemerintah provinsi mengusulkan pelebaran sungai sebagai solusi jangka panjang.

Harapan ke Depan

Iqbal mengajak Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) senayan untuk terus mendukung promosi NTB melalui liputan mereka, khususnya untuk event besar dari September hingga Mei.

Ia juga menjanjikan oleh-oleh sebagai tanda terima kasih atas kunjungan ini. “Jika puas, ceritakan ke teman. Jika kurang, ceritakan ke kami,” candanya, mengutip gaya warung Padang.

Dengan potensi alam, dukungan pusat, dan kolaborasi media, Iqbal optimistis NTB akan bangkit menjadi daerah yang lebih makmur dan mendunia.

(adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!