SAMPIT – Malang menimpa seorang driver ojek online (ojol) yang sedang melintas di Jalan Tidar Empat, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu 13 Juli 2025 sore. Lehernya tiba-tiba tersayat benang layangan yang membentang di tengah jalan.
“Kejadiannya sore hari, saat itu pengendara ojol nabrak benang saat melintas. Luka pada bagian leher, untung lukanya tidak parah,” ujar Rahmat, warga setempat.
Akibat kejadian ini, warga mengeluhkan benang layangan, khususnya yang menggunakan benang kaca (senar tajam), kerap melintang di jalan dan membahayakan pengguna jalan.
Rahmat mengakui, bahwa di kawasan tempat mereka kerap kali anak-anak bermain layangan terutama di halaman Masjid Nurul Iman Al Juhari di Jalan Tidar.
“Jujur, Kami sangat khawatir, aktivitas seperti ini terlebih di sekitar halaman Masjid Nurul Iman Al Juhari banyak jemaah dan memang sering jadi tempat anak-anak bermain layangan,” ucapnya.
Dirinya menuturkan, kejadian semacam ini kerap kali dilakukan anak-anak di kawasan itu, warga meminta agar orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka saat bermain layangan, khususnya agar tidak bermain di sekitar jalan raya karena rawan kecelakaan.
“Bermain layangan memang budaya, tapi jangan sampai mencelakai orang lain, kami minta tolong orang tua untuk mengawasi anaknya,” tegas Rahmat.
Driver ojol yang mengalami insiden tersebut memilih tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Meski Demikian, warga sekitar mengonfirmasi bahwa kejadian itu sempat membuat pengendara lain berhenti untuk membantu.
Rahmat berharap pemerintah dan aparat untuk meningkatkan sosialisasi serta patroli di wilayah yang rawan, terutama saat sore hari ketika banyak anak-anak bermain layangan.
“Kami meminta pihak berwenang memberikan sosialisasi atau penertiban agar kejadian serupa tidak terus terulang, demi keselamatan bersama di jalan raya,” pungkas Rahmat.
(UTOMO)












