SAMPIT – Proyek pembangunan Taman Mentaya Park (TMP) yang berlokasi strategis di Jalan Jenderal Sudirman Km 1,1 Sampit, tepat di samping Mal, kini kembali berjalan mulus tanpa hambatan. Proyek ini dikelola oleh PT Kahayan Semesta Investama dan menjadi salah satu harapan baru ruang hijau dan rekreasi bagi warga kota.
Sempat tersendat karena adanya klaim sepihak dan upaya penghambatan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lembaphum, kini pembangunan TMP telah kembali dilanjutkan setelah permasalahan tersebut diselesaikan. Aksi yang sempat memunculkan ketegangan itu akhirnya dibubarkan, dan proyek kembali difokuskan pada tujuan utamanya.
Taman Mentaya Park dirancang sebagai ruang publik yang menyisakan 80 persen areanya untuk ruang terbuka hijau (RTH). Desain tersebut bertujuan untuk menciptakan destinasi rekreasi modern yang ramah lingkungan, nyaman, dan mudah diakses oleh masyarakat umum.
Menurut Farhan, salah satu pekerja di lokasi proyek, pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan.
“Alhamdulillah lancar 100 persen tanpa kendala,” kata Farhan, Selasa 15 Juli 2025.
Ia juga memastikan seluruh pekerja mematuhi pedoman dan arahan dari manajemen PT Kahayan Semesta Investama demi menjaga kelancaran proyek.
Pihak pengelola juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang publik yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Mereka berharap TMP akan menjadi simbol harmoni antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Intruksi pedoman oleh PT Kahayan Semesta Investama, nampak situasi di lapangan kondusif, tanpa ada kendala maupun pihak lain yang menduduki atau datang kembali.
Selain itu kemah dan portal yang sempat di pasang oleh Lembaphum yang mengklaim secara sepihak hak atas tanah tersebut sudah tidak terlihat lagi, kembali bersih seperti semula.
Farhan juga mengatakan tidak ada lagi pihak lain yang menduduki area tempat mereka bekerja saat ini, pekerja dapat bekerja dengan tenang dan kepastian kerja.
“Tidak ada pihak lain lagi yang datang kesini, kami bekerja dengan tenang dan mendapat kepastian kerja,” pungkas Farhan.
(UTOMO)












