SAMPIT – Kekecewaan menyelimuti sejumlah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Pasalnya, program Tabungan Beasiswa Berkah (TABE) yang seharusnya menjadi penopang biaya pendidikan mereka justru dipangkas hingga 50 persen oleh pihak kampus.
Beasiswa TABE sendiri merupakan program unggulan yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sejak 2023. Program ini digadang-gadang sebagai solusi membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa menempuh pendidikan tinggi.
Namun pada tahun ajaran 2024 ini, kenyataan pahit harus diterima. Seorang mahasiswa penerima beasiswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut pemotongan dilakukan sepihak tanpa pemberitahuan atau penjelasan yang jelas dari pihak kampus.
Ia merasa keberatan dan tidak tahu harus mengadu ke siapa, lantas menghubungi Berita Sampit pada Kamis 17 Juli 2025. “Kami bingung dan tidak tahu harus apa,” ucap Mahasiswa tersebut.
Pemangkasan yang dilakukan oleh pihak Kampus tak tanggung-tanggung, 50 persen dari jumlah beasiswa yang mereka terima. Diketahui mereka menerima beasiswa TABE sebanyak Rp7,5 juta dan mereka diharuskan mentransfer kembali ke rekening kampus sebanyak Rp 3.750.000.
“Kami dapat tujuh juta setengah dan setengahnya diminta transfer ke rekening kampus,” bebernya.
Dirinya juga mengaku bahwa pihaknya memiliki bukti tangkapan layar pesan yang dikirim oleh salah satu oknum dosen yang meminta mereka mentrasfer uang beasiswa tersebut. Tidak hanya itu, ia juga menyimpan bukti transfer ke pihak kampus.
(UTOMO)












