SAMPIT – SMP Negeri 4 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengisi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 dengan kegiatan menanam pohon bersama.
Kepala SMP Negeri 4 Sampit, Anjar Subiantoro menyampaikan bahwa penanaman pohon ini bertujuan menanamkan kecintaan lingkungan kepada siswa sejak dini.
“Hari ketiga MPLS kemarin, kita belajar bukan hanya di kelas, tapi juga dari alam. Penanaman pohon hari ini jadi pengingat bahwa masa depan yang hijau dimulai dari langkah kecil kita,” ungkap Anjar Kamis 17 Juli 2025.
Setiap gugus membawa minimal dua pohon, mereka juga harus presentasi mengenalkan pohon mulai dari nama, jenis, deskripsi fungsi dan manfaat pohon menggunakan bahasa Inggris, Indonesia dan Sampit.
Hingga kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menanam pohon bersama sebagai bentuk gotong royong, disiplin, dan tanggung jawab.
Sementara itu, Pengawas SMP, I Ketut Naya, saat kunjungan kerja mengapresiasi pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 4 Sampit yang menurutnya sudah berjalan sesuai pedoman dari Kementerian Pendidikan.
Ia juga memantau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah lainnya di Kecamatan MB Ketapang.
“Pelaksanaan MPLS cukup baik. Di SMPN 4 Sampit, misalnya, dari awal sudah mengantisipasi berbagai hal, termasuk menyediakan sarapan bagi siswa agar kegiatan berjalan lancar,” ujar Ketut yang mengawasi 10 SMP ini.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan MPLS.
“Diharapkan MPLS berjalan lancar hingga hari penutupan. Murid-murid mendapatkan manfaat positif dan sesuai dengan tujuan MPLS,” tandasnya.
Anjar menegaskan bahwa seluruh kegiatan MPLS didanai sepenuhnya dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tanpa ada pungutan kepada orang tua siswa, termasuk pada saat penerimaan siswa baru.
“Selain MPLS, kami juga menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dikenalkan sejak awal masuk sekolah,” tambahnya.
Selama MPLS, siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, kegiatan ekstrakurikuler, dan materi-materi penting seperti anti kekerasan, sekolah ramah anak, sekolah sehat, hingga mitigasi bencana. Narasumber berasal dari guru hingga pihak eksternal seperti Satlantas, Dinas KB, dan Damkar Kotim.
Total sebanyak 286 siswa baru SMP Negeri 4 Sampit mengikuti MPLS yang terbagi dalam 9 rombongan belajar. (nardi)












