Asap Kiriman dari Sempat Selimuti

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

Kota , (Kalteng), sempat diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berasal dari wilayah kota maupun kiriman dari Kabupaten .

Wali Kota , Fairid Naparin, mengatakan kabut asap pekat yang terjadi pada 28 Juli 2026 merupakan gabungan asap dari dua wilayah tersebut.

“Dua hari lalu, ketika asap sangat pekat, asap dari beberapa wilayah memang menyatu. Asap berasal dari Kabupaten dan dari wilayah Kota sendiri,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, , Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Fairid, salah satu sumber asap berasal dari Tanjung Taruna, Kabupaten , yang berbatasan langsung dengan Kota .

“Asap tersebut juga berasal dari wilayah Taruna. Secara administratif Taruna masuk Kabupaten , tetapi lokasinya berada dekat dengan Kota ,” jelasnya.

Ia mengatakan, sebaran asap mulai berkurang setelah dilakukan water bombing dan pembasahan kanal di sejumlah titik.

“Setelah dilakukan water bombing dan pendalaman kanal-kanal, sebaran asap mulai terpisah,” katanya.

Meski begitu, asap masih terlihat di beberapa wilayah seperti Tumbang Tahai dan Petuk Katimpun karena lahan gambut yang terbakar masih mengeluarkan asap.

“Dalam beberapa hari terakhir juga sempat turun hujan. Namun, asap masih terlihat di wilayah seperti Tumbang Tahai dan Petuk Katimpun. Apinya memang sudah padam, tetapi lahannya masih mengeluarkan asap,” tuturnya.

Fairid menegaskan proses pembasahan terus dilakukan karena karakteristik lahan gambut membuat asap masih muncul meski api telah padam.

“Karena itu, pembasahan terus dilakukan. Proses pembasahan pada lahan gambut memang dapat menimbulkan asap,” tegasnya.

Ia memastikan kabut asap pekat yang sempat terjadi merupakan gabungan asap dari Kota dan wilayah perbatasan Taruna dengan Tumbang Nusa.

“Kabut asap pekat yang terjadi dua hari lalu memang berasal dari dua daerah, yaitu Kota dan wilayah perbatasan Taruna dengan Tumbang Nusa,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Wagub Kalteng: GP Ansor Punya Peran Strategis Jaga Nilai Kebangsaan dan Moderasi Beragama
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!