PALANGKA RAYA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Agustiar Sabran dalam menertibkan truk over dimension over loading (ODOL) di wilayah provinsi tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua KNPI Kalteng, Muhammad Alfian Mawardi, menanggapi ancaman blokade logistik dari kelompok sopir yang menamakan diri Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT).
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Alfian menilai langkah Gubernur Agustiar merupakan bentuk keberanian pemimpin dalam melindungi kepentingan rakyat.
“Saat pemimpin mengambil keputusan demi kepentingan rakyat, justru yang ribut adalah mereka yang selama ini paling diuntungkan. Kini, saat akses truk ODOL dibatasi demi menjaga jalan yang dibangun dengan uang rakyat, muncul ancaman blokade logistik dari sopir-sopir GSJT???,” tulis Alfian, dikutip Minggu, 20 Juli 2025.
Ia menegaskan, KNPI Kalteng tegas bersikap akan berdiri bersama Gubernur Agustiar Sabran dan tidak akan tunduk pada tekanan berkedok logistik yang sejatinya hanya mewakili kepentingan kelompok tertentu.
“Kami tidak akan tunduk pada tekanan yang mengatasnamakan logistik tapi sejatinya hanya melindungi kepentingan segelintir kelompok,” tegasnya.
Alfian juga menyampaikan pandangannya soal makna keberanian dalam kepemimpinan.
“Jangan ajari kami soal keberanian. Berani itu ketika pemimpin berkata cukup pada ketidakadilan. Bukan ketika jalan rusak, rakyat menderita, tapi masih ingin melenggang tanpa peduli,” katanya.
Ia pun mengingatkan pihak-pihak yang mengancam agar tidak lupa pada kerusakan jalan dan penderitaan masyarakat akibat kendaraan ODOL.
“Kalau dulu kalian diam saat jalan kami hancur. Jangan harap kami diam saat kalian mengancam,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mendapat ancaman dari kelompok yang menamakan diri Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), menyusul penertiban truk ODOL yang melintas di wilayah Kalteng.
GSJT mengancam akan memblokade sejumlah pelabuhan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut. Ancaman disampaikan melalui video yang beredar luas di media sosial.
“Kami dari sopir Jawa Timur menyatakan sikap terkait tindakan Gubernur Kalteng yang telah melakukan perbuatan diskriminasi terhadap pelaku logistik, terutama sopir-sopir dari luar Kalteng. Dengan melakukan tindakan tersebut, Gubernur telah melakukan diskriminasi terhadap kami,” ujar perwakilan GSJT dalam video tersebut, dikutip Minggu, 20 Juli 2025.
Mereka juga menyinggung hasil audiensi pada 24 dua bulan lalu yang menurut mereka menyepakati tidak akan ada tindakan terhadap sopir logistik dengan muatan atau unit ODOL.
“Padahal jelas-jelas disampaikan, bahkan dalam hasil audiensi tanggal 24 bahwa tidak akan ada tindakan terhadap sopir logistik yang muatannya ODOL, unitnya ODOL, tidak ada tilang atau peringatan. Tetapi pihak Gubernur Kalteng dengan sengaja menghadang kami, melakukan diskriminasi terhadap kami,” lanjut mereka.
GSJT bahkan mengancam akan menutup akses pelabuhan di sejumlah daerah jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
“Apabila perbuatan itu terus dilakukan, kami dari Gerakan Sopir Jawa Timur sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan yang lain dan akan melakukan penutupan pelabuhan di Jatim, Jateng, Kalsel, dan Kalteng. Apabila Gubernur mengabaikan peringatan ini, maka kami akan segera berkoordinasi dan melakukan pemblokiran terhadap empat pelabuhan,” tegas mereka.
Sebagai informasi, Gubernur Agustiar saat ini tengah gencar menertibkan truk ODOL yang melintas di wilayah Kalteng. Langkah tersebut dilakukan menyusul rusaknya sejumlah ruas jalan akibat kendaraan bermuatan berlebih.
(Syauqi)












