63 Titik Panas Terdeteksi Sepanjang Juli 2025 di Kotim

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Stasiun Bandara H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo saat hadir rapat koordinasi siaga karhutla.

SAMPIT – Kepala Stasiun H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengungkapkan total 63 titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai kecamatan di (Kotim) sepanjang Juli 2025.

Dengan rincian Antang Kalang 14, Telaga Antang 12, Mentaya Hulu 11, Tualan Hulu 7, Bukit Santuai dan Telawang masing-masing 4, Cempaga 2, Kota Besi 2, Teluk Sampit 2, Baamang, Cempaga Hulu, Parenggean, Mentaya Hilir Utara, dan Pulau Hanaut masing-masing 1 titik.

“Sementara itu, jumlah titik panas (hotspot) di Kotim sepanjang 2025 tercatat mencapai 125 titik,” ungkap Leo Nardo pada rapat penetapan status Siaga Karhutla di BPBD Kotim, Kamis 31 Juli 2025.

Kecamatan dengan jumlah titik panas tertinggi adalah Antang Kalang (23 titik), disusul Telaga Antang (20 titik), dan Mentaya Hulu (18 titik).

Ia juga menjelaskan kondisi atmosfer di wilayah Indonesia, termasuk (Kalteng), saat ini masih berada dalam fase netral.

Suhu permukaan laut di kawasan Pasifik hanya berada di indeks 0,05 yang menandakan tidak adanya fenomena El Niño maupun La Niña. Demikian juga dengan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) yang terpantau netral.

“Karena kondisi atmosfer masih netral, tidak ada indikasi peningkatan curah hujan yang signifikan. Wilayah Indonesia cenderung mengalami cuaca kering, termasuk Kalteng,” jelasnya.

mencatat wilayah dengan hari tanpa hujan (HTH) terpanjang secara berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah mengalami 73 hari tanpa hujan. Sementara di Kalteng, wilayah selatan tercatat mengalami HTH selama 11 hari, termasuk di wilayah Kotim bagian selatan. Namun secata umum wilayah Kotim masih berada dalam kategori sangat pendek.

Berdasarkan pantauan , potensi pertumbuhan awan hujan di Kotim pada 31 Juli 2025 berada pada level sedang hingga rendah, ditandai dengan indikator warna kuning hingga oranye di pemantau cuaca.

baca juga ...  Kawanan Pencuri Komponen Ekskavator Dibekuk Satreskrim Polres Kotim, Dua Pelaku Buron

Namun, pada 1 Agustus 2025 diperkirakan potensi hujan meningkat, terutama di wilayah utara Kotim yang ditandai dengan warna hijau tua. Potensi hujan diperkirakan cukup tinggi pada 2 hingga 4 Agustus, dan berpotensi terjadi hujan pada tanggal 5 Agustus 2025.

Dengan kondisi ini, terus mengimbau masyarakat dan pihak terkait agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, mengingat cuaca kering masih berlangsung.

Diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Kotim menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 90 hari, dimulai dari 1 Agustus hingga 29 Oktober 2025. Penetapan ini diputuskan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang berlangsung di Kantor BPBD Kotim, Kamis 31 Juli 2025. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!