PULANG PISAU – Menonton film di akhir pekan mungkin terasa biasa, tapi tidak bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau. Pada Minggu 3 Agustus 2025, Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i mengajak para pejabat daerah menyimak film bertema perjuangan TNI bertajuk “Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian” di Bioskop XXI Kuala Kapuas.
Langkah ini bukan sekadar hiburan, melainkan strategi edukatif yang digagas Kodim 1011/Kuala Kapuas untuk mempererat sinergi lintas sektor dan menanamkan kembali semangat nasionalisme, terutama di kalangan birokrasi dan pemangku kepentingan daerah.
“Sebuah tontonan yang penuh pelajaran. Ada nilai perjuangan, pengorbanan, dan keberanian di dalamnya. Kita ingin pejabat tidak hanya bekerja secara administratif, tapi juga menghayati nilai-nilai perjuangan,” ucap Bupati Rifa'i usai pemutaran film.
Ia menekankan bahwa semangat yang diusung dalam film tersebut sejalan dengan nilai dasar ASN, yakni loyalitas dan integritas. Menurutnya, film seperti ini harus sering menjadi media pembelajaran nonformal bagi aparatur sipil negara.
Film “Believe” mengangkat kisah nyata anggota TNI yang berjuang menyeimbangkan pengabdian pada negara dan cinta terhadap keluarga. Bupati menyebut narasi tersebut menyentuh dan menggugah, sebab menggambarkan sisi kemanusiaan prajurit yang selama ini jarang tersorot.
Turut hadir mendampingi Bupati, Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta, Sekda Tony Harisinta, Dandim 1011/KLK Letkol Inf Pamungkas Army Saputro, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Pulang Pisau.
Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara unsur Forkopimda, Pemkab Pulang Pisau, dan TNI, sekaligus momentum menyegarkan kembali semangat bela negara di luar forum formal pemerintahan.
“Banyak yang berpikir nasionalisme hanya milik prajurit. Tapi sesungguhnya, itu juga tugas pejabat publik. Film ini mengingatkan kita akan tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat,” tambah Rifa'i.
Langkah edukatif semacam ini diharapkan terus berlanjut dan bisa menyasar lebih luas, tidak hanya pejabat, tetapi juga kalangan pemuda dan pelajar yang membutuhkan inspirasi keteladanan di tengah gempuran tontonan instan. (ds)












