SAMPIT – Hujan deras akhirnya mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), setelah beberapa minggu dilanda cuaca panas dan kekeringan. Turunnya hujan dalam dua hari terakhir ini menjadi kabar gembira di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat meluas di sejumlah wilayah.
Guyuran hujan deras yang mengguyur pada Sabtu sore hingga malam, kemudian pada esoknya Minggu 3 Agustus 2025 membawa suasana berbeda. Udara terasa lebih sejuk, dan bau tanah basah menjadi momen yang dirindukan banyak warga.
“Alhamdulillah, hujan akhirnya datang juga. Udara jauh lebih nyaman dan asap mulai menipis,” ujar Claudia, warga Sampit yang ditemui di kawasan Baamang.
Selama beberapa pekan terakhir, karhutla terus terjadi di berbagai titik di Kotim. Kepulan asap menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan kembali terulangnya krisis udara seperti tahun-tahun sebelumnya. Hujan yang turun menjadi harapan agar bencana ini segera mereda.
“Kami bersyukur, meski hujannya tidak setiap hari, tapi ini sangat membantu. Mudah-mudahan api tidak makin meluas lagi,” tambahnya.
Bagi para petugas pemadam kebakaran, relawan, dan anggota BPBD yang selama ini berjibaku di lapangan, hujan juga membawa kelegaan. Namun, masyarakat diimbau tetap tidak lengah.
Kepala BPBD Kotim, Multazam, mengingatkan agar warga tidak tergoda membuka lahan dengan cara membakar, meskipun kondisi cuaca mulai berubah.
“Walau hujan sudah turun, jangan sampai membuat kita lengah. Status siaga darurat karhutla masih berlaku. Kami minta kerja sama masyarakat agar tetap menjaga lingkungan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang masih belum sepenuhnya usai. (nardi)












