PALANGKA RAYA – UPT RSUD Hanau menerima kunjungan studi tiru dari jajaran Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Jumat, 1 Agustus 2025. Pertemuan berlangsung di Aula Barigas, Lantai Lima RSUD Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P. Umbing. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Gunung Mas, Direktur RSUD Kuala Kurun, serta Kepala Seksi Dinas PUPR Gunung Mas. Agenda kunjungan bertujuan memperkuat kerja sama lintas daerah dalam pengembangan layanan kesehatan, pengelolaan rumah sakit, dan infrastruktur kesehatan.
Rombongan disambut oleh Direktur UPT RSUD Hanau, Atet Kurniadi, bersama jajaran manajemen. Acara diawali dengan penyambutan resmi, dilanjutkan dengan pemaparan profil rumah sakit, termasuk inovasi pelayanan, sistem informasi kesehatan, dan strategi peningkatan mutu layanan berbasis akreditasi nasional.
Para tamu juga meninjau sejumlah unit layanan unggulan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Unit Hemodialisa, Poliklinik Spesialis, serta Unit Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.
Dalam sesi diskusi, kedua pihak bertukar pengalaman terkait tantangan dan solusi pengelolaan rumah sakit daerah. Beberapa isu yang dibahas antara lain optimalisasi sumber daya manusia, pembiayaan layanan, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Direktur RSUD Hanau, Atet Kurniadi, menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan tersebut. “Kami merasa terhormat bisa menjadi tujuan studi tiru dari Kabupaten Gunung Mas. Ini menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi antardaerah sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem kesehatan di wilayah kita. Kami siap berbagi dan juga belajar,” ujar Atet.
Wakil Bupati Gunung Mas juga menyampaikan apresiasinya. “Kami melihat banyak hal baik yang bisa kami adopsi dari RSUD Hanau. Harapan kami, kunjungan ini bisa menjadi awal kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Gunung Mas,” kata Efrensia.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antardaerah dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik, khususnya di sektor kesehatan.
(Syauqi)












