PULANG PISAU – Warga Desa Sanggang, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, dibuat geram dengan aktivitas sejumlah ekskavator yang melintasi jalan poros desa mereka. Ironisnya, alat berat itu melaju tanpa pelindung rantai dan menyebabkan kerusakan serius pada permukaan aspal.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 7 Agustus 2025 siang. Beberapa foto yang diabadikan warga memperlihatkan excavator melaju beriringan di jalan poros yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat sekitar. Kerusakan pun langsung terlihat dengan jelas di sejumlah titik aspal yang mengelupas dan retak.
“Jelas ini bikin jalan rusak. Ekskavator itu bukan untuk jalan aspal, mestinya digunakan di lahan proyek, bukan malah parade di jalan umum,” ujar R (38), salah satu warga yang kesal melihat kejadian tersebut.
R menambahkan, jalan poros tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk pergi ke kebun, sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Ia menyayangkan sikap pihak pelaksana proyek yang terkesan mengabaikan dampak sosial dari mobilitas alat berat di jalur umum.
“Yang lewat bukan satu dua, tapi banyak. Seperti pawai excavator. Kami minta ada penindakan, jangan dibiarkan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, excavator tersebut diduga merupakan bagian dari pengerjaan proyek saluran sekunder menuju Desa Gadabung, yang juga berada di wilayah Kecamatan Pandih Batu. Namun, hingga kini belum jelas apakah penggunaan jalan poros tersebut telah melalui prosedur dan izin resmi dari pemerintah setempat.
Warga berharap ada respons cepat dari instansi terkait, terutama Dinas PUPR maupun Pemerintah Kecamatan, agar tidak menyepelekan laporan kerusakan dan keresahan warga. Mereka juga mendesak agar jalan yang rusak segera diperbaiki.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pelaksana proyek maupun pemerintah daerah terkait penggunaan jalan umum oleh alat berat tersebut. Masyarakat khawatir, jika tak segera ditangani, kerusakan akan meluas dan membahayakan pengguna jalan lain. (ds)












