PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mengajak seluruh pihak mulai dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, kelurahan, kecamatan, hingga masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam pengawasan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Dampak kabut asap akibat karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia. Karena itu, pencegahan perlu menjadi perhatian utama,”ucapnya, Minggu 10 Agustus 2025.
Selain itu, berharap pemerintah dapat rutin menggelar sosialisasi, terutama di wilayah pinggiran kota yang masih ditemukan praktik pembakaran untuk membuka lahan pertanian.
“Kebiasaan ini sebaiknya dihentikan. Edukasi dan pengawasan perlu dilakukan secara berkesinambungan,” tambahnya.
Berdasarkan data hingga Kamis pekan lalu, tercatat 77 kasus karhutla di Kota Palangka Raya. Meski jumlahnya mengalami penurunan.
“Meski demikian tetap mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan bersama,” ungkapnya. (yud)












