KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas memastikan kesiapan mengambil langkah konkret untuk mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat keamanan data dan mendorong pengembangan produk halal. Komitmen ini disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Langkah Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara daring, Selasa 12 Agustus 2025.
Rakor dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dari Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta dan diikuti serentak oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia. Dari Kapuas, kegiatan terpusat di Ruang Rapat Bupati Kapuas dengan dihadiri Asisten II Setda Kapuas, Vitrianson, beserta jajaran.
Dalam arahannya, Mendagri mengingatkan daerah untuk waspada terhadap potensi kebocoran data yang bisa mengganggu stabilitas kebijakan, distribusi logistik, hingga pengendalian harga. “Keamanan data bukan sekadar soal privasi. Jika sistem terganggu, dampaknya bisa langsung terasa pada distribusi barang dan kebijakan harga,” tegas Tito.
Selain isu keamanan data, Tito menyoroti penguatan ekosistem produk halal yang kini menjadi salah satu komoditas unggulan dalam persaingan global. Ia mendorong daerah untuk memperkuat proses produksi, distribusi, dan sertifikasi halal sebagai peluang ekonomi sekaligus instrumen pendukung stabilitas harga.
“Produk halal bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tapi peluang besar untuk menopang ekonomi daerah. Kalau dikelola baik, ini bisa menjadi senjata pengendalian inflasi,” tambahnya.
Rakor juga membahas evaluasi program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan rekap 2025, telah terbangun 342.441 unit rumah dari total target nasional. Tito meminta daerah terus memfasilitasi percepatan pembangunan hunian layak.
Menanggapi arahan tersebut, Vitrianson menegaskan Pemkab Kapuas akan menindaklanjuti seluruh poin penting hasil rakor. “Kami siap memperkuat sistem pengelolaan data, mengoptimalkan potensi produk halal daerah, dan menyesuaikan strategi pengendalian inflasi agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.
Forum ini menjadi momentum bagi Kapuas untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, merumuskan kebijakan adaptif, dan membangun daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika harga dan tantangan global. (ds)












