PANGKALAN BUN – Sejak awal bulan Agustus 2025 semarak kemerdekaan mulai terasa di Kota Pangkalan Bun, bahkan hingga Rabu 13 Agustus 2025 atau menjelang peringatan HUT ke-80 RI 17 Agustus 2025, di beberapa ruas jalan mulai dipadati oleh pedagang bendera musiman.
Beberapa pedagang musiman ini pun datang dari luar pulau, khususnya pulau Jawa. Mereka menjajakan beragam pernak-pernik merah putih, mulai dari bendera kecil hingga umbul-umbul dan dekorasi untuk panggung hiburan atau perkantoran.
Dari pantauan, di salah satu titik jalan yang cukup banyak pedagang bendera, yakni di ruas Jalan Pasanah.
Atim sendiri membuka lapaknya sejak tanggal 27 Juli 2025. Ia mengaku telah berjualan bendera di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sejak tahun 2022.
“Alhamdulillah Pak, semua pedagang bendera merah putih di Kota Pangkalan Bun dan 6 kota Kecamatan se- Kabupaten Kobar tidak terimbas oleh bendera one piece (gambar tengkorak),“ kata Atim pedagang bendera dari Soreang Bandung, Jawa Barat, saat dibincangi beritasampit.co.id.
“Awalnya saya jualan di Jalan Iskandar, sekarang pindah ke Pasanah. Biasanya saya bawa sekitar dua karung bendera berbagai ukuran dan jenis. Ada yang kecil, sedang, besar, sampai umbul-umbul dan dekorasi panggung,” imbuhnya.
Harga bendera yang di pajang beragam jenis , dijual tergantung pada ukuran dan bahan. Untuk bendera ukuran kecil dijual mulai dari Rp5.000, sementara ukuran besar Rp80.000 dan umbul-umbul dari Rp30.000 hingga Rp75.000.
Atim mengaku, sejak 27 Juli hingga 13 Agustus 2025 jumlah bendera yang terjual cukup banyak. Jika tidak habis terjual menurutnya akan disimpan dan akan dijual kembali tahun depan.
Para pedagang bendera musiman seperti Atim datang ke Kota Pangkalan Bun tidak sendirian, melainkan lebih dari 20 orang.
“Ada yang berjualan ke Sampit, Sukamara dan Lamandau, juga teman lainnya ada yang jualan di Banjarmasin, Pontianak, pokonya se- Kalimantan lah,“ ungkapnya.
Menurut Atim, para pedagang dari Jawa banyak yang ke Pangkalan Bun karena Pangkalan Bun Kabupaten Kobar, memiliki Pelabuhan Laut.
“Jadi Kota Pangkalan Bun dijadikan Kota transit bagi para pedagang bendera atau barang lainnya, karena Kota Pangkalan Bun sangat strategis, untuk menjadi pintu gerbang perdagangan, bisa ke Kabupaten Sukamara, Lamandau, atau Kota Palangka Raya, bahkan ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat,“ pungkas Atim. (man)












