SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menegaskan penyedia jasa atau kontraktor perbaikan Jembatan Sungai Lenggana Km21 Sampit Pangkalan Bun untuk bisa memperkokoh jalan alternatif, jembatan yang ada itu sehingga tidak ada lagi kemacetan-kemacetan
“Terkait dengan pembangunan jembatan atau perbaikan jembatan yang ada di Sungai Lengana, karena ini adalah kewenangan provinsi Kalimantan Tengah, maka kita mengimbau untuk bagaimana supaya ada solusi agar lancarnya lalu lintas di situ,” kata Rimbun, Jumat 15 Agustus 2025.
Ia menegaskan Pemerintah maupun kontraktor carikan solusi agar perbaikan jembatan Lenggana bisa lancar tidak menghambat arus lalu lintas masyarakat beraktifitas.
Politisi PDIP ini menyebutkan pada saat perbaikan jembatan alternatif, kemacetan tiga bahkan hampir 12 jam, tentunya berdampak dan menjadi kendala perputaran ekonomi atau aktivitas warga masyarakat.
“Terdampak bagi mereka yang mau ke kabupaten Kotim, atau dari Kotim menuju wilayah barat, seperti Kobar, Lamandau, dan Sukamara, dan juga ke Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Sebelumnya Plt Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sei Lenggana merupakan kegiatan pemerintah pusat melalui Balai Jembatan dan Jalan Nasional, bukan proyek pemerintah kabupaten.
Dishub Kotim bersama Satlantas Polres Kotim tetap memberikan dukungan penuh demi kelancaran arus lalu lintas di jalur tersebut.
Raihansyah mengingatkan kembali kepada seluruh pengemudi angkutan, terutama yang melintas di jalur Sei Lenggana, untuk mematuhi batas tonase.
“Ini jalur sementara sampai awal Desember, sesuai kontrak proyek. Mohon semua sopir saling mengingatkan. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau kepolisian, tapi tugas bersama. Kalau semua tertib, arus lalu lintas akan lancar,” katanya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak kontraktor telah menyiapkan alat berat, material urugan, dan perlengkapan perbaikan 24 jam di lokasi.
“Kalau ditemukan kerusakan, langsung diperbaiki. Ini supaya tidak terjadi antrean panjang. Prinsipnya, setiap gangguan harus segera ditangani agar jalur tetap aman dan lancar,” tutupnya.
(nardi)












