SAMPIT – Beberapa jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Kondisi tersebut menurut Wakil Ketua II DPRD Kotim, Rudianur, dapat mempengaruhi kinerja dan penyelesaian persoalan di lapangan.
Jabatan yang masih kosong itu antara lain Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Direktur RSUD dr. Murjani Sampit, Kepala Badan Kesbangpol, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala DP3AP2KB, Kepala Dinas Kominfo, serta Kepala BKAD.
“Selain itu, sejumlah camat seperti Camat Teluk Sampit, Camat Mentaya Hilir Selatan, dan Camat Seranau juga masih dijabat Plt. Kondisi ini jelas mempengaruhi kinerja pemerintah,” ujar Rudianur, Selasa 19 Agustus 2025.
Politisi Golkar ini menekankan agar rotasi pejabat yang direncanakan pada September 2025 benar-benar dimanfaatkan untuk menempatkan orang yang tepat sesuai keahlian. Menurutnya, penempatan pejabat yang tidak sesuai bidang berakibat pada menumpuknya persoalan, khususnya terkait pertanahan, perkebunan, dan lahan yang rawan menimbulkan konflik sosial.
“Pejabat yang akan dilantik nanti harus memiliki inovasi, bukan hanya bekerja normatif. Jangan hanya pandai membuat laporan, tapi juga harus terampil menuntaskan persoalan di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor memberikan sinyal rotasi jabatan akan dilakukan pada September 2025. “Jika tidak ada hambatan, awal bulan September kita dilaksanakan. Tunggu saja,” katanya. (nardi)












