SAMPIT – Pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) Bagus Isgiyanto yang hilang setelah terjatuh ke Sungai Mentaya Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus dilakukan hingga hari kedua, Sabtu 30 Agustus 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa tim gabungan melakukan briefing pagi sebelum melanjutkan operasi pencarian di Dusun Teluk Tewah, Kecamatan Cempaga.
“Posko tim gabungan di Kota Besi Hilir. Harapan kami korban bisa segera ditemukan,” kata Multazam, Sabtu 30 Agustus 2025.
Proses pencarian melibatkan BPBD, Basarnas, aparat kepolisian, dan warga sekitar. Metode pencarian dilakukan dengan menyisir perairan menggunakan perahu motor serta penyelaman terbatas di titik-titik yang dicurigai.
Multazam juga menambahkan, dari informasi yang beredar, korban diduga terpeleset saat melakukan perawatan tandon air di kapal sebelum akhirnya jatuh ke sungai.
“Informasi menyebutkan korban kemungkinan besar terpeleset,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih berlangsung dan seluruh tim gabungan terus berupaya maksimal agar keberadaan korban segera ditemukan.
Diberitakan sebelumnnya
Korban dilaporkan hilang setelah terjatuh ke Sungai Mentaya, Kamis 28 Agustus 2025 sore di perairan Kampung Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga,
Kronologi kejadian yaitu korban sedang membersihkan tandon air kapal sebagai bagian dari perawatan rutin. Diduga ia terpeleset hingga tercebur ke sungai.
Rekan korban sempat mencoba memberi pertolongan dengan melemparkan pelampung. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena korban tak mampu meraihnya.
Peristiwa terjadi saat kapal TB Satria Raya dengan gandengan TK Karya Maju Turun milik salah satu perusahaan di Parenggean sedang berlayar menuju Sampit.
“Korban semula membersihkan tangki harian, lalu melompat dari atas ke bawah geladak. Tidak lama kemudian ia jatuh ke sungai,” terang Multazam. (nardi)












