SAMPIT – Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai salah satu prioritas pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025–2029.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat konservasi satwa sekaligus destinasi ekowisata baru yang melibatkan masyarakat setempat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotim, Alang Arianto, mengatakan bahwa Pemkab sudah membentuk tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menindaklanjuti rencana tersebut.
“Pulau Hanibung ini masuk dalam lima tahun ke depan sebagai kawasan prioritas. Tim sudah kita bentuk, dan pada 2026 nanti kita akan menyusun DED (Detail Engineering Design) serta site plan-nya,” ujarnya, Minggu 7 September 2025.
Pulau Hanibung yang berada di Desa Camba memiliki luas sekitar 260 hektare dengan kondisi lingkungan yang masih alami. Sejak 2023, Pemkab Kotim telah merancang gagasan menjadikannya sebagai taman satwa dan kawasan konservasi.
Hasil survei awal yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng pada 2024 juga menyebutkan pulau ini layak menjadi lokasi konservasi sekaligus destinasi wisata alam.
Dalam proses pengembangan, pemerintah tidak melakukan ganti rugi lahan karena bekerja sama langsung dengan masyarakat pemilik lahan di Desa Camba.
Dukungan warga setempat disebut sangat positif, apalagi rencana pembangunan diselaraskan dengan 14 program prioritas Bupati Kotim.
“Rencana ini juga bisa menjadi solusi terhadap persoalan konflik satwa dan manusia. Misalnya buaya atau orangutan yang masuk ke permukiman, bisa direlokasi ke Pulau Hanibung,” terangnya.
Alang menambahkan, selain fokus konservasi, Pulau Hanibung juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui ekowisata berbasis komunitas. Pemerintah membuka peluang bagi pelaku usaha maupun kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk ikut serta dalam pengembangan kawasan.
“Contohnya seperti di Palangka Raya ada Pulau Kaja untuk orangutan. Orang datang naik klotok, masyarakat terlibat. Kita ingin Pulau Hanibung juga memberi multiplier effect bagi masyarakat,” pungkasnya. (nardi)












