Garong Sawit Kian Ganas! Polres Kotim Tangani 86 Kasus, Teluk Sampit Masih Jadi Wilayah Aman

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kotim, AKP Iyudi Hartanto.

SAMPIT – Aksi pencurian buah kelapa sawit atau yang dikenal dengan sebutan garong sawit terus menghantui perkebunan di Kabupaten (Kotim). Kasus ini kini menjadi salah satu perhatian terbesar Polres Kotim, selain kasus narkoba dan kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasatreskrim AKP Iyudi Hartanto mengungkapkan, dari 17 kecamatan di Kotim, hanya Kecamatan Teluk Sampit yang relatif aman dari aksi pencurian.

“Semua rata, selain dalam kota itu hanya wilayah Teluk Sampit yang minim,” kata AKP Iyudi Hartanto pada Selasa 9 September 2025.

Diketahui hingga kini Polres Kotim telah berhasil menangani 86 kasus pencurian buah kelapa sawit dengan 104 orang tersangka dan barang bukti berupa 83 Ton buah kelapa sawit.

Selain itu Polres Kotim juga berhasil mengamankan barang bukti lain berupa pikap, minibus, motor, rojok dan egrek yang digunakan para pelaku garong sawit untuk melancarkan aksinya.

Kebanyakan dari pelaku melancarkan aksinya di malam hari pada kisaran pukul 21.00 WIB keatas. Harga buah sawit yang kian melejit menjadi salah satu penyebab garong sawit kian mejadi, diketahui kisaran harga buah sawit di galangan berkisar dari 3.000-3.300 ribu per kilogramnya.

(Utomo)

baca juga ...  Resmi Dimulai, 112 Kafilah Siap Berlaga pada MTQ Ke-57 Tingkat Kecamatan Baamang
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!