Warga Pilang Tolak Program CSR, Soroti Lahan Food Estate Mangkrak

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi program cetak sawah rakyat.

– Warga Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten , menolak program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditawarkan pemerintah. Mereka mengeluhkan lahan food estate yang terbengkalai dan tak bisa dimanfaatkan.

“Dengan banyak progam pemerintah pusat, baik itu food estate sehingga banyak lahan yang mangkrak dan tak bisa digunakan dalam beberapa saat sehingga terganggunya perkembangan perekonomian Pilang,” ujar Jubir Reses, Helmi, saat membacakan hasil reses perorangan anggota DPRD Kalteng Dapil V, belum lama ini.

Helmi menambahkan, masyarakat kini dihadapkan pada dilema pemanfaatan lahan. “Melalui reses ini masyarakat bagaimana menggunakan lahan tersebut untuk hal yang lain, sedangkan lahan tersebut menjadi dilema mohon perhatian,” katanya.

Selain itu, warga menilai program CSR justru tak menjawab persoalan utama yang mereka hadapi. “Pemerintah pusat punya program CSR, tapi masyarakat melalui kades Pilang dengan adanya kendala food estate 1 dan 2 menolak kehadiran CSR berkaca pada lahan yang dianggap terlantar dan dibiarkan serta tumpang tindih izin dan penggunaan lahan,” kata Helmi.

Dalam bidang kesejahteraan rakyat, warga Pilang juga mengusulkan penyediaan air bersih untuk mencegah stunting. Sementara di bidang infrastruktur, mereka meminta pelebaran akses jalan menuju pemakaman yang sempit dan bergelombang, serta pengerukan parit di sepanjang jalan .

Aspirasi juga datang dari lain di Dapil V. Warga Sel Barunai, misalnya, meminta perbaikan jalan , pembangunan pagar keliling sekolah di semua tingkatan, serta pengadaan ambulans.

Dari Kiapak, warga mengusulkan perbaikan dan rehabilitasi Langgar Nurul Iman, perbaikan jalan serta penerangan , hingga penambahan ruang Tempat Penitipan Anak (TPA). Mereka juga berharap ada bantuan bibit usaha tani, ikan, dan ternak.

Warga Sei Pudak menuntut perbaikan jalan dan jembatan, pembangunan lampu jalan, penyediaan sarana air bersih, serta pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Adapun di Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir, warga mengeluhkan rendahnya harga komoditas pasar, termasuk hasil tenunan rotan yang sulit terserap. Mereka juga mengusulkan pengerukan kanal irigasi serta perbaikan jalan menuju lahan perkebunan.

(Syauqi)

baca juga ...  Wagub Kalteng Edy Pratowo Minta Mahasiswa Jaga Kondusivitas saat Sampaikan Aspirasi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!