Diusia Kabupaten Kobar ke-66 Tahun Komitmen PT Korintiga Hutani Semakin Menyentuh kepada Masyarakat

IST/BERITA SAMPIT : Direktur PT Korintiga Hutani, Hironobu Abe, (atas) saat membagikan Jagung Hibrida hasil panen pertama, dan berbaris saat acara Penanaman Bibit Pohon. (Dok.Foto Humas Korindo-Ilustrasi Kang Maman).

Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior – beritasampit.com)

PT Korintiga Hutani (KTH) di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten (Kobar), , yang bergerak di bidang kehutanan dan pengelolaan hutan tanaman industri, dalam rangka peringatan hari jadi Kobar ke-66, terus berkomitmen semakin menyentuh kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dari rilis Humas Korindo yang diterima penulis dibeberkan, pada tahun 2023 PT Korintiga Hutani menyerahkan dana bagi hasil kemitraan kehutanan kepada masyarakat sekitar. Dana ini merupakan hasil dari kesepakatan antara PT Korintiga Hutani dan yang ditandatangani pada Agustus 2023. Menyusul Desember 2024 kembali menyalurkan Dana Bagi Hasil Kemitraan Kehutanan kepada masyarakat sekitar perusahaan.

PT Korintiga Hutani juga berpartisipasi dalam pemeliharaan jalan di Kecamatan Arut Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur jalan dan meningkatkan pelayanan publik di wilayah tersebut, kemudian memberdayakan masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan, kerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk pembangunan infrastruktur.

Program-program CSR ini menunjukkan komitmen PT Korintiga Hutani dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, dan membentuk Koperasi untuk petani hutan tanaman rakyat, sehingga produk hutan tanaman rakyat dapat memperoleh sertifikasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pengamatan penulis PT Korintiga Hutani berperan penting dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Dari sekian banyak kegiatan, yang paling krusial antara lain pada perayaan Hari menanam Pohon 2024, PT Korintiga Hutani (KTH) menanam 1.240 pohon di kawasan lindung sepanjang Sempadan Sungai Satai, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten .

Direktur PT Korintiga Hutani, Hironobu Abe, menyatakan bahwa peringatan kali ini berbeda karena berfokus pada pemulihan kawasan lindung. Mengusung tema We Harvest, We Restore Nature, pohon-pohon yang ditanam di kawasan ini akan dijaga dan tidak akan ditebang, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

baca juga ...  Ketika "Stok Aman" Bertemu Antrean Nyata

“Penanaman pohon ini diharapkan berlanjut di tahun-tahun berikutnya, dengan terus merealisasikan pemulihan lahan rehabilitasi di seluruh kawasan lindung area konsesi PT KTH,” ungkapnya penuh semangat.

Rais Sugito, Deputy General Manager PT KTH menegaskan, melalui kegiatan ini perusahaan ingin menekankan pentingnya pemulihan lingkungan dan kerja sama dalam menjaga kelestarian alam.

“Pemulihan kawasan lindung adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Rois menambahkan.

Menurut Rois Sugito, jenis pohon yang ditanam meliputi Meranti, Durian, dan Kapul, yang dipilih karena nilai ekologisnya.

Sementara Karyadi, Kepala Bagian Pengawas PT KTH, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk melestarikan kawasan lindung.

PT KTH berharap ke depannya kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan oleh perusahaan, tetapi juga melibatkan masyarakat dan stakeholder untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama kawasan lindung. Seperti halnya PT KTH yang melibatkan siswa-siswi SMKN Pangkalan Bun yang sedang mengikuti praktik kerja di PT Korintiga Hutani. Berkat kegiatan ini mereka berkesempatan mendapatkan wawasan baru mengenai teknik penanaman, jenis pohon endemik, dan upaya rehabilitasi lingkungan.

Kegiatan PT KTH tahun 2025 antara lain, telah berkolaborasi dengan Orangutan Foundation (OF-UK) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Menyelenggarakan kegiatan “Kelas Konservasi” di beberapa sekolah dasar di wilayah sekitar konsesi perusahaan pada tanggal 24–25 September 2025.

Kegiatan ini dalam upaya menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian orangutan dan keanekaragaman hayati hutan sejak dini, menggelar  kegiatan “Kelas Konservasi” di beberapa sekolah dasar di wilayah sekitar konsesi perusahaan pada tanggal 24–25 September 2025 .

Kegiatan lainnya, PT KTH menggandeng PT Oji Indo Makmur Perkasa menyelenggarakan seminar bertajuk “Tumbuh Bersama Moko Moko” di GOR Base Camp Pellita, dengan mengundang masyarakat sekitar yang memiliki anak usia balita untuk mengikuti seminar ini.

baca juga ...  Pamkab Kobar Gelar Konferensi Pernikahan Terpadu

Masih dibulan September 2025, PT KTH menggelar panen perdana sebanyap 557 Kg Jagung Hibrida dari luas lahan kebun Jagung 1 hektar, guna mendukung program ketahanan pangan , melalui pembagian gratis hasil panen jagung kepada warga masyarakat. Penanaman Jagung Hibrida tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT KTH dengan Kelompok Tani Hutan Dahas Tompas dan Kelompok Tani Hutan Momben BalaKita.

Menyusul pada Kamis 11 September 2025, Klinik Pratama PT KTH menerima kunjungan resmi dari Tim Kementerian Republik Indonesia. Kunjungan ini dalam rangka pemantauan dan audit verifikasi lapangan untuk penilaian serta evaluasi layanan primer.

PT KTH juga telah menerima penghargaan dari pada Juni 2025 atas kontribusi signifikan dalam menurunkan angka pengangguran. PT KTH berperan aktif dalam membangun masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja bagi warga setempat pada Juni 2025.

Tim Kementerian RI dipimpin oleh Danti Kamalia Sari dan Emma Aprilia, beserta jajarannya juga mengunjungi PT KTH. Kehadiran mereka disambut langsung Deputy Manager PT KTH Rais Sugito, , bersama Kepala Poli Klinik Pratama PT KTH Ahmad Miftakul, serta jajaran tenaga medis dan administrasi.

“Kunjungan dari Tim Kementerian RI ini menjadi momentum penting bagi kami di PT  KTH untuk menunjukkan komitmen terhadap pelayanan yang berkualitas. Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta adalah kunci dalam mewujudkan sistem yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Manager PT KTH, Rais Sugito.(*)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!