Nilai Indeks Pencegahan Korupsi Meningkat, Sekda Usis Tegaskan Komitmen ASN Berintegritas

DENNY/BERITA SAMPIT - Sekda Usis I. Sangkai pimpin Rapat Koordinasi dan Pemantauan MCSP di Aula Inspektorat Kabupaten .

KUALA terus memperkuat langkah nyata dalam pencegahan korupsi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai Indeks Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) pada area pengadaan barang dan jasa. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Pemantauan MCSP yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) , Usis I. Sangkai, di Aula Inspektorat Kabupaten .

Rapat koordinasi yang digelar Inspektorat Daerah Kabupaten ini menjadi forum evaluasi dan konsolidasi strategi antikorupsi di seluruh perangkat daerah. Pembahasan mencakup capaian indikator MCSP, tindak lanjut perbaikan, hingga langkah penguatan sistem pengawasan agar pencegahan korupsi semakin efektif di tahun 2025 dan ke depan.

Sekda Usis I. Sangkai menyampaikan apresiasinya terhadap peningkatan nilai MCSP yang diraih Kabupaten . Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya hasil kerja Inspektorat semata, tetapi juga wujud kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam membangun budaya yang bersih dan transparan.

“Kita patut bersyukur, karena nilai MCSP Kabupaten mengalami peningkatan signifikan. Ini menjadi indikator bahwa upaya pencegahan korupsi kita telah berada di jalur yang tepat,” ujar Usis, Minggu 12 Oktober 2025.

Ia menegaskan, peningkatan nilai MCSP harus menjadi motivasi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga integritas dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pencegahan korupsi tidak hanya bergantung pada sistem dan aturan, tetapi juga pada kesadaran individu yang berpegang pada prinsip kejujuran dan akhlak.

“ASN harus menjadi teladan dalam hal integritas. Kita dorong mereka agar terus bekerja secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dalam pelayanan publik,” tegas Usis.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam mencegah korupsi akan berimplikasi langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Karena itu, setiap kebijakan dan kegiatan pembangunan harus berorientasi pada akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

baca juga ...  Wabup Kapuas Hadiri PHDN 2026 di Boyolali, Perkuat Arah Pembangunan Berbasis Desa

Rakor yang dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pejabat pengelola pengadaan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan penyusunan rekomendasi tindak lanjut. Melalui langkah berkelanjutan ini, Pemkab menargetkan sistem pencegahan korupsi yang lebih kuat, adaptif, dan berdampak nyata bagi terwujudnya tata kelola yang bersih serta yang semakin Bersinar. (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!