Kalteng Imbau Masyarakat Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

IST/BERITASAMPIT - Kepala , Agung Sudiono Abadi.

PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () menyampaikan bahwa secara umum seluruh wilayah di provinsi ini telah memasuki periode musim hujan.

Seiring dengan hal tersebut, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

Kepala , Agung Sudiono Abadi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dan analisis cuaca Dasarian III Oktober 2025 (periode 21–31 Oktober), sebagian besar wilayah Kalteng berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Beberapa wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Murung Raya, , Barito Utara, , Barito Selatan, , Pulang Pisau, , , , Barat, , Lamandau, serta Kota Palangka Raya,” ucapnya, Rabu 22 Oktober 2025.

Dinamika atmosfer dan laut saat ini turut memengaruhi kondisi cuaca di wilayah . Berdasarkan pengamatan , Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukkan nilai –1.52 yang menandakan kondisi IOD Negatif dan diperkirakan akan bertahan hingga Desember 2025 sebelum beralih ke fase netral. Sementara itu, anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 tercatat sebesar –0.71, yang menandakan kondisi ENSO Netral dan diprediksi bertahan hingga awal tahun 2026.

“Secara umum, seluruh wilayah sudah memasuki musim hujan. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati terhadap potensi curah hujan tinggi yang dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.

juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi (PDCHT) untuk wilayah dengan kategori Waspada, Siaga, hingga Awas, terutama di Kabupaten Murung Raya yang berpotensi mengalami curah hujan lebih dari 300 milimeter per dasarian.

“Selain itu, peringatan dini kekeringan meteorologis (PDKM) masih berlaku di beberapa wilayah dengan kategori Waspada hingga Siaga, meskipun secara umum potensi kekeringan mulai menurun seiring masuknya musim hujan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini juga mengingatkan seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, agar mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk mengantisipasi dampak dari kondisi cuaca tersebut.

“Informasi ini kami sampaikan sebagai bentuk kewaspadaan bersama. Apabila memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai prakiraan cuaca atau informasi iklim, masyarakat dapat menghubungi BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya,” tuturnya.

Selain itu dalam kesempatan ini juga menghimbau peringatan dini cuaca 3 harian BMKG memperkirakan, mulai 22 hingga 24 Oktober 2025, sejumlah wilayah di Kalteng berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Wilayah tersebut antara lain Barat, , Lamandau, , , , , Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, , , Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya,” urainya.

Seluruh wilayah tersebut berada pada level peringatan Waspada, sementara kategori Siaga dan Awas belum terdeteksi dalam tiga hari ke depan. “Selain itu, peringatan dini angin kencang juga belum terpantau untuk wilayah Kalteng pada periode yang sama,” tuturnya.

Tidak hanya itu prakiraan cuaca mingguan . BMKG memperkirakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalteng pada 22–24 Oktober 2025 dan berlanjut hingga 25–28 Oktober 2025.

“Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi ini meliputi Barat, , Lamandau, , , , , Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, , , Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya,” bebernya.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan . Adapun prospek tinggi gelombang mingguan di perairan selatan Kalteng diperkirakan berada di kisaran 0,5–1,0 meter (kategori rendah).

“Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir maupun angin puting beliung, serta dampak turunannya seperti banjir, genangan air, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selain itu, BMKG juga mengingatkan agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah yang masih rawan, serta tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  KONI Kalteng Pastikan 16 Atlet Beladiri Tampil di Ajang PON Kudus 2025
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!