PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pengembangan komoditas kakao sebagai salah satu potensi unggulan baru di sektor perkebunan. Selain bernilai ekonomi tinggi, kakao juga dinilai ramah lingkungan dan memiliki prospek pasar menjanjikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepala Disbun Provinsi Kalteng, H. Rizky Ramadhana Badjuri, mengatakan pihaknya aktif mengenalkan kakao kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melalui Lomba Kreatif Kakao, ajang yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan kalangan milenial terhadap komoditas unggulan khas Bumi Tambun Bungai tersebut.
“Kami ingin anak muda lebih mengenal dan mencintai kakao. Karena itu, kami gelar Lomba Kreatif Kakao sekaligus memperkenalkan kakao sebagai komoditas unggulan selain sawit,” ucapnya, Jumat 24 Oktober 2025.
Program tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, yang menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) milenial di sektor perkebunan.
“Sesuai arahan Gubernur, kami mendorong generasi muda untuk aktif mengembangkan kakao. Harapannya dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, budidaya kakao di Kalteng semakin meluas,”tambahnya.
Disbun Kalteng juga berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan kepada para petani kakao, agar pengelolaan budidaya hingga pascapanen berjalan optimal. Melalui pelatihan, petani diharapkan mampu menghasilkan produk turunan bernilai tambah.
“Perjalanan pengembangan kakao masih panjang. Karena itu, kami akan terus mendampingi petani agar hasilnya semakin baik dan berdaya saing,” lanjutnya.
Komoditas kakao memiliki prospek pasar yang cerah. Bahkan, beberapa negara Eropa mulai menunjukkan minat terhadap kakao asal Kalimantan Tengah.
“Permintaan kakao dari luar negeri, terutama Eropa, mulai meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi Kalteng untuk mengembangkan kakao lokal,” ungkapnya. (yud)












