PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.
Melalui Dinas Koperasi dan UKM, sejumlah langkah konkret telah dijalankan untuk mendukung pengembangan UMKM.
“Antara lain melalui berbagai kegiatan seperti program inkubator bisnis untuk pendampingan dan pengembangan usaha, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi akses permodalan dan legalitas usaha seperti NIB dan Sertifikasi Halal, serta partisipasi dalam pameran untuk memperluas pasar produk UMKM,” ujar Plt Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Apung, saat menyampaikan tanggapan atas pemandangan umum Fraksi Gerindra terhadap Nota Keuangan dan RAPBD 2026 dalam rapat paripurna ke-5 DPRD Kalteng beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, Pemprov Kalteng melalui Dinas Kelautan dan Perikanan juga menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat sektor perikanan lewat Program Kartu Huma Betang Sejahtera pada tahun anggaran 2026.
Program tersebut mencakup berbagai bentuk dukungan bagi nelayan dan pembudidaya, antara lain bantuan asuransi kecelakaan dan asuransi kapal perikanan, bantuan sarana dan prasarana tangkap, benih, pakan, serta bioflok.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan perlengkapan dan perahu bagi kelompok pengawas masyarakat (Pokmaswas), pelayanan penerbitan izin usaha nelayan di sentra nelayan, serta kegiatan restocking ikan.
Tak hanya itu, Pemprov juga merancang kegiatan operasi pasar sembako murah melalui pasar penyeimbang dan membuka akses lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat pesisir.
Kegiatan ini meliputi pelatihan produk turunan mangrove, pengolahan limbah perikanan, hingga pengembangan silvofishery di kawasan mangrove pesisir.
(Syauqi)












