PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar. Salah satu langkah strategis yang segera direalisasikan adalah pembangunan infrastruktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.
Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa'i bersama Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta turun langsung ke lapangan meninjau lokasi yang akan dijadikan titik pembangunan fasilitas PDAM tersebut. Mereka didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Iwan Hermawan.
Bupati Rifa'i, menegaskan bahwa pembangunan jaringan air bersih menjadi prioritas utama daerah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Ia ingin memastikan perencanaan proyek dilakukan secara matang dan berada di lokasi yang strategis serta dekat dengan sumber air.
“Kami ingin memastikan pembangunan ini tepat sasaran. Tim konsultan sudah melakukan survei lapangan dan menentukan titik yang dinilai paling layak. Usulan pembangunan ini juga sudah kami sampaikan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” jelas Rifa'I, Kamis 30 Oktober 2025.
Menurutnya, ketersediaan air bersih adalah kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak bisa ditunda. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau bertekad memperluas layanan PDAM agar seluruh wilayah, termasuk Maliku dan sekitarnya, dapat menikmati akses air bersih yang layak.
Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta menekankan pentingnya pengawasan di lapangan agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan. “Kami ingin setiap tahapan proyek ini diawasi dengan baik sehingga hasilnya maksimal dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas PUPR Iwan Hermawan menambahkan, rencana pembangunan PDAM di Maliku akan mencakup instalasi pengolahan air (IPA), jaringan distribusi utama, serta sambungan ke rumah tangga warga. Ia menargetkan proyek ini dapat segera direalisasikan setelah seluruh tahapan teknis dan administrasi rampung.
“Dari hasil koordinasi dengan pihak provinsi dan pelaksana, proyek ini diharapkan mampu melayani sekitar 2.400 rumah tangga di Kecamatan Maliku. Kami akan pastikan kualitas dan waktu pengerjaannya sesuai standar,” tutup Iwan. (ds)












