SAMPIT – Warga Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), digemparkan dengan ulah oknum Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat berinisial AM (34) yang diduga membawa kabur uang hasil penjualan gabah milik petani. Nilai kerugian mencapai sekitar Rp1 miliar, membuat para petani menjerit rugi.
Kecurigaan bermula ketika para petani yang bekerja sama dengan AM tak kunjung menerima pembayaran hasil penjualan gabah ke Perum Bulog Cabang Sampit. Padahal, kerja sama semacam ini sebelumnya berjalan lancar tanpa kendala.
Salah seorang korban, Sahamudin yang juga merupakan Ketua BPD Lampuyang mengatakan bahwa pihaknya telah mencari MA ke rumah dan keluarganya namun hingga saat ini kebradaan belum diketahui.
“Kami sudah mencari kemana-mana oknum ini pergi, akan tetapi keberadaannya masih belum diketahui dan kami berharap ada niat baik pelaku ini diselesaikan kekeluargaan,” ucap Sahamudin, Minggu 9 November 2025.
Salah satu korban lainnya, Saidun, bahkan menyiapkan imbalan Rp10 juta bagi siapa pun yang bisa menemukan AM dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.
“Barangsiapa yang menemukan AM harap laporkan ke polisi setempat. Saya akan berikan imbalan Rp10 juta,” bebernya.
Akibat perbuatannya AM dilaporkan oleh Sahamudin dan Saidun ke kepolisian setempat dengan harapan pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai dengan perbuatannya.
Kepala Desa Lampuyang, Mukhsin saat dikonfirmasi membenarkan hal itu dan menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh oknum Ketua BUMDes dan tidak melibatkan BUMDes Lampuyang.
“Ya benar, memang oknumnya ketua BUMDes, tidak melibatkan BUMDes, hanya perbuatan pribadinya saja,” ujarnya dengan nada tegas.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad, membenarkan bahwa seluruh hasil penjualan gabah telah dibayarkan kepada AM.
“Kalau dari Bulog kita sudah bayarkan semua. Memang ada beberapa rekan petani kekantor tempo hari, terkait oknum ketua BUMDes itu, ada yang belum terbayar gabahnya,” ungkapnya.
(Utomo)












