DPRD Nilai Jalan Rusak Terpanjang di Kalteng Hambat Perputaran Ekonomi Daerah

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng Bambang Irawan.

– Anggota DPRD (Kalteng) Bambang Irawan menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, total panjang ruas jalan yang rusak di Kalteng mencapai 191,56 kilometer. Provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai itu pun menempati posisi pertama secara untuk kategori jalan rusak.

“Jalan di Kalteng yang rusak mencapai 191 kilometer ini sangat mempengaruhi perputaran ekonomi kita. Jalan rusak menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap daerah masih belum merata,” ujar Bambang, Senin, 17 November 2025.

Bambang mengatakan, kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan perhatian antara Kalteng dan provinsi tetangga, seperti (Kalsel), terutama terkait kualitas pembangunan jalan .

“Itu sudah tergambar jelas. Jalan Anjir yang berada di Kalsel dan Anjir Kalteng saja berbeda kualitasnya. Kalau di arah kita, Kalteng, jalannya banyak yang rusak dan berlobang. Sedangkan di Kalsel, kualitasnya bagus dan tahan lama. Nah, dari situ terlihat sekali perhatian yang berbeda,” katanya.

Menurut Legislator Dapil V itu, ketimpangan ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Sebab, jalan merupakan urat nadi pergerakan ekonomi dan idealnya memiliki standar yang seragam di seluruh Indonesia.

“Ini jalan , jadi standarnya harus sama. Perhatian pemerintah pusat itu kemana arahnya? Adil tidak harus rata, tapi ketimpangannya kelihatan sekali,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi II itu menambahkan, kerusakan infrastruktur jalan berdampak langsung pada laju pertumbuhan ekonomi daerah. Perputaran ekonomi menjadi lambat karena akses transportasi terganggu, terutama di ruas lintas kabupaten yang menjadi jalur utama distribusi barang dan jasa.

Bambang berharap pemerintah pusat lebih serius memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kalteng. “Agar kesenjangan pembangunan antarprovinsi tidak semakin melebar,” tandasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Ketua DPRD Kotim Desak Polisi Tangkap Otak Pencurian Sawit, Konflik 324 Hektare Dinilai Kian Meresahkan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!