PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan Pasar Murah di SMA Negeri 1 Puruk Cahu, Murung Raya, Senin, 17 November 2025.
Langkah itu dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat pengendalian inflasi daerah. Program ini menyasar orang tua murid dan keluarga berpenghasilan rendah.
Gubernur H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan barang kebutuhan pokok dapat diakses dengan harga terjangkau.
Ia menyebut daya beli masyarakat kelompok menengah ke bawah harus dijaga agar tidak semakin tertekan.
“Pasar murah ini diharapkan membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Agustiar.
Sebanyak 300 paket pangan disiapkan dalam kegiatan tersebut. Satu paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter.
Harga jual paket ditetapkan Rp147.500, namun setelah subsidi Pemprov Kalteng sebesar Rp132.500, warga hanya perlu menebus Rp15.000.
Dalam pelaksanaannya, Gubernur Agustiar memutuskan untuk menggratiskan seluruh paket bagi penerima manfaat.
Bupati Murung Raya, Heriyus, menyatakan program ini sangat membantu masyarakat, terutama pada kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Pasar murah dan bantuan pangan ini meringankan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu,” ujar Heriyus.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Penyaluran Pasar Murah Desa Tahap II di wilayah timur Kalteng menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Untuk Kabupaten Murung Raya, total bantuan yang disalurkan mencapai 8.260 paket, tersebar di 116 desa.
Gubernur Agustiar turut didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kabinda Kalteng, serta unsur Forkopimda lainnya selama peninjauan pelaksanaan pasar murah di SMA Negeri 1 Puruk Cahu.
(Sya'ban)












