DPRD Kotim Sesalkan Banyak Kades Absen dalam Sosialisasi Pencegahan Narkoba

NARDI/BERITASAMPIT - Suasana kegiatan sosialisasi dan tes urine di DPRD Kotim.

SAMPIT – Wakil Ketua I (Kotim) Juliansyah menyayangkan rendahnya tingkat kehadiran para kepala (kades) dan lurah dalam kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan tes urine yang digelar di DPRD Kotim, Senin 17 November 2025 lalu.

Seharusnya para kepala memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya pemberantasan narkoba, mengingat pemerintah adalah struktur paling dekat dengan masyarakat.

Ketidakhadiran mereka dinilai sangat disayangkan, terlebih kegiatan tersebut merupakan agenda penting yang saat ini menjadi sorotan lantaran Kotim sudah memasukan zona merah bahkan hampir masuk zona hitam peredaran narkoba.

“Disayangkan sekali karena kades banyak yang tidak hadir, entah karena informasi atau undangan tidak sampai atau ada agenda lain. Padahal ini pertemuan penting,” ujar Juliansyah, Selasa 18 November 2025.

Ketua DPC Gerindra Kotim ini menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba juga merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, menurutnya seluruh unsur wajib ikut mengawal, termasuk pemerintah . Ia menyebut Fraksi Gerindra Kotim berkomitmen mendukung penuh kebijakan presiden dalam menuntaskan persoalan narkoba.

“Narkoba ini perintah dari presiden untuk dituntaskan. Kami dari Gerindra mengawal penuh kebijakan Presiden Prabowo. Pemerintah harus berada di garis depan,” tegasnya.

Juliansyah menambahkan bahwa kegiatan tes urine yang melibatkan peserta mulai dari kades, camat, dan lurah adalah bagian dari penguatan pengawasan hingga tingkat .

Ia menekankan bahwa perangkat adalah pihak yang mengetahui kondisi masyarakat paling dekat, sehingga keberadaan mereka sangat menentukan keberhasilan pencegahan narkoba di kampung masing-masing.

“Dengan kolaborasi ini, mereka diberi kewenangan untuk mengawasi, memantau, dan melaporkan ke BNNK jika ada dugaan peredaran narkoba di . Dengan sinergi sampai ke tingkat , ini jadi kebaikan kita semua,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa Kotim memiliki 168 , dan jika seluruh perangkat aktif bergerak, persoalan narkoba akan jauh lebih mudah ditangani. Pertemuan kali ini juga disebut sebagai satu-satunya untuk mengumpulkan para kades dalam satu forum membahas pemberantasan narkoba.

“Kotim ini satu-satunya yang mengumpulkan kades membahas pemberantasan narkoba. Sayangnya banyak yang tidak hadir,” ujarnya.

Juliansyah menegaskan apabila ada peserta yang hasil tes urinenya positif, maka hasil tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang untuk diproses sesuai ketentuan. (Nardi)

baca juga ...  Dukung Penuh GSI, Wakil Ketua DPRD Seruyan Optimis Lahirnya Bintang Sepak Bola Muda
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!