SAMPIT – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sampit kembali memperluas jangkauan layanan kepesertaan melalui kegiatan jemput bola yang digelar di Sekolah Rakyat Kotawaringin Timur, yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Program ini menyasar 100 murid yang membutuhkan layanan administrasi BPJS Kesehatan, mulai dari pembaruan data kepesertaan, pengecekan status aktif, penyesuaian identitas, hingga layanan administrasi dasar lainnya agar seluruh informasi peserta tercatat dengan benar dan akurat.
Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan berharap para murid dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, tanpa harus datang ke kantor cabang, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran agar lebih dekat dengan lokasi sekolah maupun tempat tinggal, sehingga akses layanan kesehatan menjadi lebih cepat dan mudah.
Pelayanan langsung di lapangan ini dihadiri oleh Mochammad Reza Fauzi selaku Koordinator Frontline serta Anggi Cintia Harahap, staf Relationship Officer BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sampit.
Keduanya melakukan pendataan, verifikasi, hingga pemrosesan layanan administrasi BPJS Kesehatan, Mochammad Reza Fauzi menyebutkan bahwa kegiatan jemput bola ini merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti pelajar.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta, termasuk anak-anak sekolah rakyat, mendapatkan hak mereka atas akses layanan kesehatan yang mudah,” ujarnya, Rabu 19 November 2025.
Terpisah Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Iwan Kurnia, menyampaikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. Ia mengapresiasi kegiatan ini dan menegaskan bahwa layanan jemput bola akan terus diperluas.
“Langkah proaktif seperti ini mencerminkan transformasi layanan BPJS, di mana kami tidak hanya menunggu peserta datang, tetapi aktif mendatangi mereka. Hal ini sejalan dengan transformasi layanan JKN yang menekankan kemudahan akses, kecepatan layanan, dan kepastian data kepesertaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggi Cintia menuturkan bahwa banyak murid sebelumnya belum memperoleh pembaruan data kepesertaan secara optimal, seperti penyesuaian identitas, pengecekan keaktifan, maupun koreksi data dasar yang dapat memengaruhi kelancaran layanan kesehatan mereka.
“Melalui layanan jemput bola ini, kami membantu memastikan seluruh data peserta tercatat dengan benar sehingga ketika mereka membutuhkan layanan kesehatan, proses administrasi di fasilitas kesehatan dapat berjalan lebih cepat dan tanpa hambatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan lembaga pendidikan menjadi salah satu strategi untuk memastikan perlindungan kesehatan menyentuh seluruh lapisan masyarakat sejak usia dini.
BPJS Kesehatan berharap kualitas pelayanan yang diterima peserta semakin meningkat dan kebutuhan kesehatan pelajar dapat ditangani secara optimal.(im/adv)












