PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, menegaskan perlunya sinergi antarperangkat daerah dalam mempercepat pembangunan kesetaraan gender di Bumi Tambun Bungai.
Hal ini ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Kesetaraan Gender Tingkat Kabupaten/Kota se-Kalteng Tahun 2025 yang digelar di Aula Bawi Bahalap, Kantor DP3APPKB Kalteng, Rabu, 19November 2025.
Leonard menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan kehadiran perwakilan daerah dari berbagai level pemerintahan.
Ia menilai rakor ini sebagai forum penting untuk menyamakan pemahaman terkait kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) yang masih menghadapi tantangan di banyak sektor.
“Rakor ini menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama. Kesenjangan gender masih ada di berbagai bidang, sehingga kita memerlukan kebijakan yang berpihak dan responsif terhadap kebutuhan semua kelompok,” ungkapnya.
Menurut Leonard, PUG merupakan mandat nasional yang harus dijalankan lintas sektor. Karena itu, ia menekankan bahwa pelaksanaannya tidak boleh dibebankan hanya kepada DP3APPKB, tetapi menjadi kewajiban seluruh perangkat daerah.
“Seluruh OPD harus memastikan perspektif gender masuk sejak tahap perencanaan hingga evaluasi pembangunan. Konsistensi ini sangat menentukan hasil yang ingin kita capai,” jelasnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya memperkuat lembaga pelaksana PUG, termasuk peran Pokja PUG dan para focal point di provinsi maupun kabupaten/kota. Leonard menilai koordinasi yang intensif, pendampingan, serta monitoring yang rutin menjadi kunci agar PUG dapat berjalan efektif.
“Pokja PUG dan focal point harus lebih proaktif. Keberhasilan pelaksanaan PUG sangat dipengaruhi oleh komitmen para pimpinan OPD,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Leonard berharap rakor kali ini menghasilkan rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang nyata untuk mendorong percepatan pencapaian kesetaraan gender di Kalimantan Tengah.
“Harapan saya, rakor ini dapat merumuskan langkah bersama yang mampu mempercepat pencapaian pembangunan kesetaraan gender di daerah,” tuturnya.
(Sya'ban)












