PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau kembali memperkuat kewaspadaan terhadap Malaria Knowlesi seiring kedatangan tim Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarbaru Kemenkes RI yang memulai rangkaian supervisi dan surveilans di wilayah setempat. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memastikan status eliminasi malaria tetap terjaga dan respons lapangan semakin kuat.
Kegiatan supervisi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina, didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Mimiwati, SKM, beserta jajaran adminkes P2M dan pengelola program malaria. Kehadiran tim pusat ini menandai langkah lanjutan setelah ditemukannya kasus Malaria Knowlesi yang memerlukan pemantauan lebih intensif.
Tim Labkesmas Banjarbaru yang dipimpin Wasul Falah, SKM bersama Musyarrpfah, S.Tr.KL, menyampaikan bahwa supervisi ini dilakukan untuk mengumpulkan data, menilai situasi terkini, serta memastikan sistem pengamatan malaria tetap berjalan efektif di tingkat dinas maupun fasilitas layanan kesehatan.
Wasul Falah, Jumat 21 November 2025, menjelaskan bahwa kasus Malaria Knowlesi menjadi perhatian nasional karena bersumber dari parasit zoonotik yang ditularkan dari hewan ke manusia sehingga membutuhkan deteksi yang lebih cermat dan respons cepat. Ia menekankan bahwa penguatan surveilans adalah kunci agar Pulang Pisau dapat mempertahankan capaian eliminasi yang sudah diraih.
Di sisi lain, dr Pande Putu Gina menegaskan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan pendampingan teknis dari Balai Besar Labkesmas. Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dinas dan puskesmas harus terus dilakukan agar setiap temuan kasus dapat ditangani secara akurat, cepat, dan sesuai standar nasional.
“Surveilans dan supervisi ini menjadi penyegaran penting untuk memastikan sistem pengamatan malaria di Pulang Pisau tetap tangguh. Kami komit menjaga eliminasi malaria, dan kegiatan ini memberi dukungan teknis yang kami butuhkan,” ujarnya. (ds)












