PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) Purdiono menyoroti ketimpangan antara masifnya pengerukan sumber daya alam (SDA) dengan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal. Ia menekankan pentingnya agar hasil eksploitasi SDA dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Purdiono mengungkapkan, masih banyak daerah di Kalteng yang belum menikmati fasilitas dasar, meskipun berada di wilayah kaya sumber daya alam.
“Kayak di beberapa kelurahan atau desa di Das Barito yang belum bisa menikmati listrik 24 jam. Sementara, kalau dihitung-hitung, ada berapa puluh tambang batu bara di sana,” ujar Purdiono, Sabtu, 22 November 2025.
Ia mempertanyakan akar permasalahan di balik ketidakselarasan tersebut. Menurutnya, perlu evaluasi mendalam terkait regulasi dan keberpihakan pemerintah daerah.
“Kenapa pengerukan SDA kita tidak linear dengan kesejahteraan masyarakat? Harapan kita kan seperti itu (kesejahteraan masyarakat),” tegasnya.
Politisi Golkar ini berharap agar masyarakat Kalteng tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Ia menekankan bahwa pembangunan dan eksploitasi SDA seharusnya tidak hanya menimbulkan konflik sosial.
“Kita menginginkan memang linear dengan kesejahteraan masyarakat. Nah, harapan kita juga ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” tutupnya.
(Syauqi)












