SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rangkaian Cek Skrining Kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Sampit. Kegiatan berlangsung selama lima hari, yakni 17 hingga 21 November 2025, dengan fokus pada deteksi dini berbagai penyakit dan edukasi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menyampaikan bahwa program ini menjadi agenda rutin setiap tahun.
Selain itu, rangkaian skrining tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 Tahun 2025 tingkat kabupaten.
“Ini upaya kami memastikan seluruh masyarakat, termasuk WBP, mendapatkan layanan kesehatan dasar yang memadai,” ujarnya, Minggu 23 November 2025.
Berbagai layanan kesehatan dilakukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari sosialisasi pentingnya skrining kesehatan, tes HIV, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar perut untuk mengetahui indeks massa tubuh, hingga pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular.
Selain itu, dilakukan pula pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, skrining tuberkulosis (TBC), serta pemeriksaan kesehatan jiwa.
Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung berkat dukungan penuh dari pihak Lapas, Klinik Lapas, serta tim kesehatan dari Dinas Kesehatan bersama sejumlah puskesmas. Di antaranya Puskesmas Ketapang 1, Ketapang 2, Baamang 1, Baamang 2, Pasir Putih, dan Mentaya Seberang yang turut memberikan tenaga dan fasilitas pelayanan.
Dengan adanya skrining kesehatan ini, Dinkes Kotim berharap kondisi kesehatan para warga binaan dapat terpantau dengan baik dan potensi penyakit dapat ditangani sejak dini sehingga kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh semakin meningkat. (nardi)












