PALANGKA RAYA – Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Leonard S Apung mengingatkan pentingnya antisipasi dini terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di area Daerah Aliran Sungai (DAS) Sebangau. Ia menekankan agar peristiwa karhutla besar, seperti yang terjadi pada 2015, tidak terulang kembali di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Leo, saat membuka Acara Konsultasi Publik dan Pembahasan Laporan Akhir Penyusunan Rencana Pengelolaan DAS Sebangau Tahun 2025. Acara ini berlangsung di Aula Dinas Kehutanan Kalteng, Palangka Raya, pada Senin, 1 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Leo secara spesifik menyoroti sejarah kelam DAS Sebangau terkait bencana asap.
“Saya ingin mengingatkan kembali pentingnya antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. DAS Sebangau memiliki rekam jejak karhutla yang berat, terutama pada tahun 2015,” ujar Leo.
Ia menegaskan, dengan kondisi perubahan iklim yang semakin dinamis saat ini, kewaspadaan kolektif sangat diperlukan.
“Peristiwa serupa tidak boleh terulang. Dengan perubahan iklim yang makin dinamis, kita perlu mewaspadai setiap perkembangan cuaca agar dampaknya dapat ditekan sejak awal,” tambahnya.
Leo menekankan pentingnya perencanaan matang dalam upaya pencegahan bencana. Optimalisasi sumber daya yang ada harus diarahkan untuk pencegahan yang terukur dan akuntabel.
Melalui dokumen perencanaan yang sedang disusun, Leo berharap agar rumusan kebijakan yang dihasilkan dapat menyentuh berbagai aspek krusial.
“Melalui Dokumen Rencana Pengelolaan DAS Sebangau ini, saya juga berharap dapat dirumuskan usulan kebijakan yang menyentuh aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, sehingga mampu mendorong kemajuan pembangunan di Kalteng,” pungkasnya.
(Syauqi)












