Banjir Rendam Merah, Pelayanan Publik dan Distribusi Hasil Kebun Warga Terhambat

IST/BERITA SAMPIT - Warga bersama BPBD Kotim saat mengukur ketinggian air di Merah.

SAMPIT – Banjir di wilayah utara Kabupaten Timur (Kotim) tepatnya di Merah, Kecamatan Tualan Hulu, hingga saat ini terus meningkat ketinggian air mencapai 120 CM. Bencana ini mengakibatkan terganggunya berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan publik dan distribusi hasil perkebunan warga.

Kepala (Kades) Merah, Kecamatan Tualan, Kotim, Hernes, mengonfirmasi kondisi tersebut. Menurutnya, genangan air yang cukup tinggi telah memutus akses dan menghambat mobilitas warga.

“Saat ini ketinggian air 90 sampai dengan 120 cm. Tadi sudah dicek bersama Kepala Dinas BPBD Pak Multazam” ujar Hernes pada Jumat 5 Desember 2025.

Banjir yang melanda dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, ditambah dengan meluapnya sungai atau anak sungai di sekitar wilayah . Puluhan rumah dilaporkan terendam, memaksa sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat.

“Rumah terdampak 12, jumlah KK 12 dan jumlah orang 25, saat ini warga yg terdampak sudah mengamankan diri dirumah keluarganya ditempat yang aman,” ungkapnya.

Selain itu, banjir juga menyebabkan gangguan terhadap distribusi hasil perkebunan dan pertanian warga. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani, mengingat komoditas tersebut merupakan sumber penghasilan utama warga.

“Yang terhambat, pelayan sosial , pendidikan, dan macet nya distribusi hasil perkebunan dan pertanian warga,” pungkasnya

Sampai berita ini diterbitkan hujan masih turun dengan intensitas ringan hingga sedang. Warga berharap cuaca segera membaik agar air dapat surut dan proses pemulihan dapat segera dimulai.

(Utomo)

baca juga ...  Empat Warga Kenyala Ditembak di Kebun Sawit, Satu Kritis Diduga Kena Peluru Tajam
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!