SAMPIT – Camat Pulau Hanaut Kotawaringin Timur (Kotim) Fahrujiansyah mengungkapkan bahwa PLN menargetkan penguatan jaringan listrik rampung pada pertengahan 2026 melalui pembangunan tower baru untuk memasok listrik dari arah Bagendang.
Menurutnya, keluhan warga mengenai listrik selalu muncul dalam setiap kesempatan dialog. Pemadaman panjang hingga hitungan minggu serta voltase yang kerap turun drastis menjadi persoalan utama yang selama ini membayangi aktivitas masyarakat.
“PLN menyampaikan bahwa pertengahan 2026 akan sudah selesai. Kalau tower mulai dikerjakan, tiga bulan sudah rampung. Ini kabar yang sangat melegakan untuk warga Pulau Hanaut,” ujarnya, Kamis 11 Desember 2025.
Ia menuturkan medan berat berupa hutan lebat dari arah Seranau menuju Pulau Hanaut sering membuat proses perbaikan memakan waktu lama. Dalam kondisi tertentu, jaringan yang putus baru bisa ditemukan setelah berhari-hari pencarian.
“Ketika padam, kadang sampai 21 hari. Petugas kesulitan mencari titik kerusakan, apalagi kalau ada angin kencang dan pohon tumbang,” katanya.
Selain pemadaman panjang, persoalan voltase rendah juga menjadi penyebab banyak peralatan elektronik tidak berfungsi. Tegangan di rumah warga kerap turun hingga 160–165 volt. AC hidup tapi tidak dingin, kulkas kadang mati.
Ia menjelaskan jaringan lama dari Seranau sudah tidak lagi memadai karena jaraknya terlalu jauh dan kapasitas trafo tidak mendukung. Sebab itu, pembangunan tower baru yang menghubungkan Bagendang, Pulau Lepeh, Desa Hanaut menjadi solusi utama yang diharapkan mampu menormalkan pasokan listrik.
“Nanti jaringan dari Seranau akan diputus. Aliran dari Bagendang masuk langsung, jadi tidak tergantung jaringan lama. Ke depan juga akan disambungkan hingga Desa Hantipan, Mendawai, sampai Katingan,” jelasnya.
Selain penguatan infrastruktur, pihak kecamatan terus mengusulkan pemasangan listrik bagi wilayah yang hingga kini belum teraliri, seperti Dusun Andi Londo, Dusun Gerombol, Desa Bantian dan Handil Mawar.
“Pulau Hanaut ini sudah terisolasi secara jalan, jangan sampai listrik juga tak dinikmati. Indonesia sudah 80 tahun merdeka. Kami tetap perjuangkan ini dengan dukungan anggota DPRD Dapil III,” sebutnya.
Dampak lemahnya pasokan listrik juga mempengaruhi pelayanan publik. Rencana pemasangan ATM Bank Kalteng di kantor kecamatan tertunda karena ketidakstabilan arus.
“Bank Kalteng setuju memasang ATM, tapi alat pemancar mereka butuh listrik stabil. Kalau tower sudah selesai dan jaringan normal, insyaallah bisa direalisasikan,” ungkapnya. (nardi)












