PULANG PISAU – Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji memastikan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kabupaten Pulang Pisau berjalan aman dan kondusif dengan menurunkan 150 personel gabungan yang disiagakan penuh selama Operasi Lilin Telabang 2025.
AKBP Iqbal, Minggu 21 Desember 2025, menjelaskan ratusan personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya yang ditempatkan pada empat pos pengamanan di titik-titik strategis dan rawan aktivitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Operasi Lilin Telabang 2025 sendiri akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Selama periode tersebut, aparat difokuskan pada pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, jalur lalu lintas, serta kawasan pemukiman masyarakat.
Menurut Iqbal, sebelum operasi dimulai, Polres Pulang Pisau telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pembagian tugas, alur komando, serta tanggung jawab setiap personel berjalan jelas dan terstruktur. Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan operasi berlangsung efektif dan responsif di lapangan.
Ia menegaskan bahwa Operasi Lilin tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, melainkan mengedepankan peran Polri sebagai pelayan masyarakat dalam menciptakan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh warga. “Kami ingin masyarakat dapat beribadah dan merayakan Natal serta Tahun Baru dengan tenang. Pengamanan dilakukan secara humanis, namun tetap tegas jika diperlukan,” tegas Kapolres Pulang Pisau.
Selain itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik atau meninggalkan rumah dalam waktu lama agar berkoordinasi dengan aparat setempat. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pengawasan lingkungan dan mencegah potensi gangguan keamanan.
AKBP Iqbal Sengaji juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga kesehatan, soliditas, dan semangat pengabdian selama operasi berlangsung. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Natal dan Tahun Baru merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan penuh kebanggaan dan keikhlasan sebagai bentuk ibadah dalam melayani masyarakat. (denny)












