SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, membuka langsung Gebyar Seni Budaya sekaligus Sukamara Peduli Bencana Sumatera yang digelar di Taman Permata Sukma, Sabtu malam, 27 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Sukamara terhadap saudara-saudara di sejumlah wilayah Sumatera yang tengah dilanda bencana alam.
Masduki mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban bencana. Ia menegaskan bahwa doa merupakan ikhtiar spiritual yang sangat penting agar para korban diberikan kekuatan, ketabahan, serta keselamatan dalam menghadapi musibah yang terjadi.
“Pada kesempatan ini marilah kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Sumatera. Doa yang kita panjatkan merupakan ikhtiar spiritual agar mereka senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, serta keselamatan,” ujar Masduki.
Lebih lanjut, Bupati berharap agar para korban segera mendapatkan pertolongan terbaik, para relawan selalu diberikan kesehatan dan perlindungan, serta daerah-daerah terdampak bencana dapat segera pulih dan bangkit kembali.
Menurutnya, bencana alam yang terjadi menjadi pengingat pentingnya nilai kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas di tengah masyarakat.
Masduki menekankan bahwa kegiatan Gebyar Seni Budaya Sukamara Peduli Bencana Sumatera merupakan wujud nyata empati dan kepedulian masyarakat Sukamara terhadap sesama anak bangsa yang sedang tertimpa musibah.
“Pada saat-saat sulit seperti ini, kebersamaan dan solidaritas menjadi kekuatan utama untuk saling menguatkan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sukamara, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, Dewan Kesenian Daerah, para pelaku UMKM, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi secara tulus dan ikhlas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bantuan yang dihimpun, menurutnya, tidak semata-mata bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol empati, kebersamaan, dan persaudaraan sebagai bangsa Indonesia.
Rangkaian acara semakin khidmat dengan pelaksanaan doa bersama lintas agama yang diikuti oleh berbagai unsur masyarakat. Doa bersama tersebut menjadi simbol persatuan dan kebersamaan dalam mendoakan para korban bencana di wilayah Sumatera.
Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan hiburan rakyat, salah satunya penampilan grup Waton Guyon yang berhasil menarik minat masyarakat untuk hadir dan memadati kawasan Taman Permata Sukma. Antusiasme warga menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat Sukamara terhadap sesama. (enn)












