Wisatawan Diminta Waspadai Potensi Tingginya Gelombang Laut Ujung Pandaran

NARDI/BERITASAMPIT - Pantai Ujung Pandaran sering ramai saat libur akhir tahun.

SAMPIT – Lonjakan kunjungan wisata diperkirakan terjadi selama libur pergantian tahun, dengan kawasan pantai masih menjadi tujuan favorit masyarakat. Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi adalah Pantai Ujung Pandaran, Kabupaten (Kotim), Rabu 31 Desember 2025.

Di tengah meningkatnya aktivitas wisata tersebut, faktor keselamatan diminta tidak diabaikan. Kondisi perairan di wilayah Kotim saat ini dipengaruhi dinamika cuaca yang berpotensi menimbulkan risiko, khususnya bagi wisatawan dan pengguna jasa perairan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () Stasiun Meteorologi H Asan Sampit menyampaikan adanya potensi peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada naiknya tinggi gelombang laut di sekitar Ujung Pandaran. Pada periode tertentu, gelombang diprakirakan dapat mencapai hingga 2,5 meter.

Prakirawan cuaca M Inggit Rizki A, menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh pergerakan angin permukaan yang dominan bertiup dari sektor barat. Kecepatan angin berada pada kategori sedang, namun berpeluang meningkat secara tiba-tiba.

“Kecepatan angin rata-rata berkisar 6 hingga 9 knot, dengan potensi maksimum mencapai 18 knot,” ujarnya.

Ia menambahkan, adanya daerah pertemuan dan belokan angin di perairan selatan Kalimantan turut meningkatkan peluang terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi. Kondisi ini juga berpotensi memicu hujan ringan hingga sedang pada waktu tertentu.

“Fenomena belokan angin dapat memperkuat hembusan angin dan berdampak pada peningkatan tinggi gelombang laut,” katanya.

menegaskan informasi prakiraan cuaca ini ditujukan untuk seluruh masyarakat, terutama nelayan, warga pesisir, serta wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai. Kondisi angin dan gelombang tersebut dinilai berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran di perairan Kotim.

Dalam situasi tertentu, perahu nelayan berisiko terdampak saat kecepatan angin mencapai sekitar 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal penyeberangan memiliki potensi risiko yang lebih besar apabila angin dan gelombang meningkat melebihi ambang aman.

baca juga ...  Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal Usai Penyitaan Lahan Perusahaan Sawit di Kotim

Seiring kondisi tersebut, wisatawan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di laut. Pengunjung disarankan tidak berenang saat gelombang tinggi, mematuhi rambu peringatan, serta menjauhi area rawan seperti tebing dan bibir pantai.

Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru dan tidak memaksakan aktivitas di perairan apabila kondisi dinilai tidak aman, guna menghindari risiko kecelakaan laut selama libur akhir tahun. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!