PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) resmi menetapkan target transformasi ekosistem pembelajaran menuju 70 persen digital pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret mengatasi kekurangan sekitar 1.500 guru, khususnya di wilayah pelosok.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa saat ini jumlah siswa mencapai 99 ribu orang, sementara jumlah guru hanya berkisar 10 ribu orang. Digitalisasi melalui penggunaan papan tulis interaktif menjadi kunci pemerataan kualitas pendidikan.
“Guru di perkotaan bisa mengajar siswa di pelosok melalui papan tulis interaktif. Ini solusi konkret atas keterbatasan guru,” jelas Reza saat acara halal bihalal di Aula Berkah Disdik Kalteng, Senin, 5 Januari 2026.
Program ini didukung infrastruktur yang masif, di mana sejak 2024 telah didistribusikan 1.000 papan tulis digital, diikuti 3.000 unit pada 2025 yang dilengkapi panel surya serta koneksi Starlink. Reza menargetkan pada 2026, manfaat digitalisasi ini harus dirasakan secara penuh oleh seluruh siswa di Kalimantan Tengah.
Selain perangkat keras, Disdik Kalteng juga memperluas program kelas bahasa asing. Jika sebelumnya hanya tersedia Bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Arab, dan Prancis, kini ditambah dengan Bahasa Mandarin, Korea, dan Portugis. Program pendukung seperti Pelatihan Kompetensi Dasar Siswa (PKDS) Berkah juga terus dipacu.
Reza optimistis bahwa dengan berbagai terobosan ini, Kalteng mampu menjadi barometer pendidikan nasional.
“Kalau bisa, provinsi lain yang mencontoh Kalimantan Tengah, bukan sebaliknya. Jangan takut berbuat baik. Kebaikan itu pasti kembali pada kita,” tutupnya.
(Syauqi)












