SAMPIT – Debu beterbangan saat kemarau dan lumpur licin ketika hujan telah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga Jalan Kembali IV, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu hingga kini masih berupa agregat dan belum tersentuh pembangunan permanen.
Setiap hari, warga harus bersabar melintasi jalan berlubang. Harapan akan jalan beraspal seolah terus tertunda, sementara dampak buruknya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama anak-anak dan pengendara roda dua.
Suhar (43), warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki secara permanen. Menurutnya, penimbunan agregat tanpa pengaspalan hanya menjadi solusi sementara yang berulang kali gagal.
“Kami minta pemerintah segera membuat permanen atau mengaspal jalan ini. Kalau cuma agregat tanpa dibeton atau aspal, rasanya percuma. Ujung-ujungnya berlubang lagi,” ujarnya saat ditemui Berita Sampit, Selasa, 20 Januari 2026.
Saat musim kemarau, debu tebal menyelimuti jalan. Anak-anak yang baru pulang sekolah harus menutup wajah mereka agar tidak menghirup debu yang beterbangan. Kondisi ini, kata Suhar, bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam kesehatan.
“Musim kering begini debunya banyak sekali. Kasihan anak-anak pulang sekolah, tidak baik juga untuk kesehatannya,” katanya.
Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan berubah menjadi lintasan licin yang rawan kecelakaan. Lumpur dan genangan air menutup lubang-lubang jalan, membuat pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.
“Kalau hujan jalannya becek dan licin. Mengendarai motor susah. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir untuk memperbaikinya,” tambah Suhar.
Keluhan serupa disampaikan Ijah (42). Ia menyebut kondisi jalan yang rusak telah berlangsung cukup lama tanpa kepastian kapan akan dibangun secara layak. Padahal, Jalan Kembali IV merupakan akses penting bagi aktivitas warga, mulai dari bekerja hingga mengantar anak sekolah.
Pantauan Berita Sampit sekitar pukul 14.32 WIB, Selasa, menunjukkan sepanjang Jalan Kembali IV memang telah ditimbun agregat. Namun, banyak lubang masih menganga, permukaan jalan tidak rata, dan debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas.
(Sya'ban)












