PANGKALAN BUN – Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat (Pemerintah Daerah Kobar) menggelar Musrenbang Kecamatan Kumai, Selasa 20 Januari 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan dan diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Kumai ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kobar Hj. Nurhidayah.
Bupati Hj. Nurhidayah mengatakan bahwa Musrenbang merupakan bagian dari mekanisme dari bawah ke atas atau perencanaan pembangunan dari bawah yang menempatkan aspirasi masyarakat sebagai dasar utama dalam penyelenggaraan program pemerintah daerah.
“Oleh karena itu, perlu dilakukan inventarisasi kebutuhan yang benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat di kecamatan,” katanya.
Hj. Nurhidayah juga menyoroti kondisi fiskal distrik yang saat ini relatif terbatas, sehingga menuntut inovasi dan kolaborasi dalam mencari sumber pendanaan pembangunan. Pemerintah daerah, kata Hj. Nurhidayah, tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi perlu bekerja secara sinergis dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat.
“Dengan keterbatasan fiskal, kita harus meningkatkan inovasi dalam mencari sumber pendanaan pembangunan. Kami sangat berharap peran dunia bisnis melalui program CSR,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hj. Nurhidayah menilai bahwa Distrik Kumai memiliki potensi besar, baik dari segi kekayaan alam, ketahanan pangan, maupun sektor pariwisata. Potensi tersebut perlu didorong melalui upaya hilir agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
“Kumai memiliki banyak potensi, mulai dari kekayaan alam, ketahanan pangan, hingga pariwisata. Potensi ini perlu dikembangkan lebih lanjut agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Dalam forum Musrenbang, Hj. Nurhidayah mengajak semua pemangku kepentingan untuk lebih fokus pada area prioritas, terutama infrastruktur, dengan melibatkan peran dunia bisnis dan partisipasi aktif masyarakat.
Selain itu, masalah pengelolaan sampah juga menjadi perhatian, di mana sampah dinilai memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik.
“Masalah sampah juga dapat dikelola dengan lebih baik, sampah jika dikelola dengan benar dapat bernilai ekonomi, Kumai adalah pusat ekonomi produktif yang perlu terus kita dorong,” ucapnya.
Melalui Musrenbang Kecamatan Kumai ini, Hj. Nurhidayah berharap dapat membangun saling pengertian dan komitmen dalam menetapkan prioritas pembangunan sejalan dengan RPJMD 2025-2029 serta tema pembangunan Tahun 2027, demi mempercepat pembangunan dan meratakan kesejahteraan masyarakat. (man)












